in

Menarik Ibroh dari Banjir; Peluang, Tekad dan Usaha

Setelah menanti banjir agak surut, saya mulai berani menjejakan kaki ke jalanan. Siang itu, banjir lumayan agak surut tinggal sebetis-sedengkul (parameter unik yang kerap dipakai warga untuk mengukur kedalaman 'genangan' air).

Oleh: Anisa Prasetyo Ningsih, Ka.Bid Pemberdayaan Perempuan KAMMI Jakarta.

Setelah menanti banjir agak surut, saya mulai berani menjejakan kaki ke jalanan. Siang itu, banjir lumayan agak surut tinggal sebetis-sedengkul (parameter unik yang kerap dipakai warga untuk mengukur kedalaman ‘genangan’ air).

Setelah menunggu hampir 1 jam di seberang Carrefour Mangga 2, akhirnya muncul juga kopaja 27 jurusan Senen-Sunter yang terbilang nekat menerobos banjir.

Lega bercampur curiga.

Benar saja, ternyata sang kondektur menetapkan tarif Rp. 5000/org. Tapi seperti kecurigaan dimuka, maka saya memang telah menyiapkan uang pas itu.

Ada pesan menarik yang saya coba tarik-tarik (mungkin agak maksa, hehe) dari kejadian ini. Yakni sebuah tekad sang supir dan kondekturnya untuk berusaha mengambil peluang ditengah banjir Jakarta.

Di satu sisi, saya kagum sekaligus bersyukur atas kenekadan mereka yang menerjang banjir dengan kontur jalan yang makin rusak parah. Kagum dengan semangatnya mengais rezeki. Bersyukur karena akhirnya ada angkot. []

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Kontemplasi Akhir Liburan

Kisah Wanita yang Menginspirasi