‘Mengajak’ Suami Ketika Ia Mendapat Ujian

, ‘Mengajak’ Suami Ketika Ia Mendapat Ujian

Kadang kala  orang harus menghadapi kesulitan di luar rumah. Bisa jadi benturan- benturan kecil karena adanya gesekan dengan orang lain, termasuk gesekan ideologis. Bisa kesulitan di tempat kerja.

Di saat seperti ini, istri bisa cepat tanggap. Ia tidak membiarkan suaminya menahan beban berat sendirian. Ia bisa menghiburnya. Ia memberi perhatian yang sangat tulus—sesuatu yang begitu berharga bagi orang yang bermasalah. Ia memberikan kecintaan yang tulus. Ia juga membangkitkan kerinduan suami, menumbuhkan gairahnya untuk berjima’ dan kemudian melayaninya di atas tempat tidur dengan gairah dan cinta kasih yang penuh.

Jika suami mampu mencapai kenikmatan yang sempurna karena istri pandai membangkitkan gairah syahwatnya, ia akan merasakan kelegaan, kelapangan dan merasa ada yang mendukungnya. Ini merupakan kekuatan psikis yang sangat besar artinya untuk membuatnya tetap tegar dan kuat.

Jadi, hubungan intim di saat ini tidaklah sekedar pelampiasan kebutuhan biologis. Ada yang lebih penting daripada itu. Perasaan dicintai dan diterima.

Selain itu, ada yang masih bisa dilakukan oleh seorang istri ketika suami menghadapi masalah. Ketika orang menghadapi beban berat, apakah itu berupa perasaan bahagia yang teramat sangat ataukah ketegangan dan kesedihan, maka yang ia butuhkan adalah seorang sahabat yang tulus dan mau mendengarkan dengan baik. Ia membutuhkan pendengar yang baik; seorang yang mau mendengar sekaligus menunjukkan perhatian. Dan yang seharusnya bisa demikian adalah istri.

Biarkanlah ia menumpahkan segala bebannya. Dengarkanlah semuanya. Tetapi tidak pasif. Dengarkan dengan menunjukkan bahwa Anda memperhatikannya. Inilah yang terpenting.

Anda juga bisa belajar untuk menentukan kapan sebaiknya Anda memberikan pendapat dan meluruskan hal-hal yang kurang tepat. Kalau ia masih meluap-luap, sebaiknya Anda menunda dulu sampai ia menumpahkan seluruh beban jiwanya. Sesudah ia tenang, baru Anda bisa menyampaikan koreksi. Mungkin esok hari atau ketika ia berbincang santai. [sumber: Kupinang Engkau dengan Hamdallah/M. Fauzhiel Adhiem]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.