Mengapa Harus Jadi Ibu Rumah Tangga

0

, Mengapa Harus Jadi Ibu Rumah Tangga

Sering kali, di sebagian kita, ketika menyebutkan IRT alias Ibu Rumah Tangga membuat kita agak inferior. Mudah-mudahan sih tidak. Masalahnya, lingkungan sudah begitu mendikte bahwa menjadi IRT itu “hanya” sepele.

Sesepele apakah sebenarnya urusan rumah tangga itu? Umumnya para suami baru akan merasakan pentingnya urusan ini setelah istri mereka terpaksa meninggalkan rumah. Ketika istri harus masuk rumah sakit, atau harus bepergian selama berhari-hari, dan pekerjaan rumah tangga lantas terbeban ke pundak suami, barulah mereka sadar betapa repotnya menyelesaikan urusan yang mereka anggap remeh itu.

Secara umum, membersihkan rumah memang sebuah pekerjaan mudah. Untuk menjadi penjaga kebersihan, seseorang tak perlu mengejar titel sarjana lebih dulu. Namun, persoalannya akan menjadi lain jika urusan ini diprofesionalkan.

Keindahan dan citra seni harus ikut dipertimbangkan sebagai nilai tambahnya. Dan, ini akan menjadi masalah besar manakala orang yang menanganinya tak memiliki kreativitas tinggi. Rumah besar, rumah kecil, semua sama rumitnya.

Satu hal yang sering dilupakan orang, bahwa masalah kebersihan dan keindahan rumah memberikan dampak psikologis yang cukup besar kepada penghuninya. Menyejukkan pandangan, itu salah satu manfaat langsungnya. Dari sana akan tercipta ketenteraman hati dan kedamaian perasaan. Pikiran yang semula panas dan ruwet ketika masuk rumah bisa menjadi dingin dan tenang.

Jangan lupa, indra penciuman dan penglihatan turut memberikan kontribusi ke otak. Pemandangan sejuk indah dan bau yang harum akan merangsang otak untuk berinspirasi. Banyak ide brilian yang dimunculkan otak karena dukungan lingkungan yang indah dan bersih. Sebaliknya suasana kotor dan pengap justru membuat otak sumpek dan berhenti berpikir, bahkan cenderung mempermudah munculnya amarah.

Dampak psikologis lain dari masalah kebersihan dan keindahan rumah adalah pengaruhnya yang akan turut membentuk karakter penghuni rumah. Anak-anak yang dibesarkan di rumah yang sehari-harinya bagai kapal pecah kelak akan memiliki karakter seperti kapal pecah pula. Tidak pandai menghargai keindahan. Dan ini bisa terbawa dalam cara ia berpikir, bekerja, hingga kelak berkeluarga.

Pekerjaan teknis rumah tangga ini bisa menjadi rutinitas belaka jika ibu tak mampu menampilkan kreasinya. Ibu yang kreatif dan profesional tak akan menyerah pada keterbatasan dana. Ada saja jalan yang ditemukannya sendiri guna menciptakan suasana rumah yang damai dan penuh keindahan.

Nah, nilai tambah yang akan ibu berikan di sini tentu butuh perencanaan, butuh waktu dan tenaga untuk merealisasikannya. Dan jika ibu serius dengan urusan ini, maka nilai nominalnya tak kalah dengan mereka yang peroleh gaji dari pekerjaannya di luar rumah.

Rumah yang mampu menyejukkan mata dan hati penghuninya, yang berfungsi sebagai tempat istirahat bahkan juga sebagai tempat hiburan, sungguh akan menjadi motivator yang sangat baik bagi penghuninya untuk berkarya. Sayang, harga sebuah motivator seperti ini memang belum pernah disetarakan dengan uang. Harga kebersihan dan keindahan rumah masih sering diabaikan. Padahal jika hotel, resor, maupun tempat-tempat persewaan rapat yang menawarkannya, maka dua hal ini akan dihargai jutaan rupiah!

 Nah, jadi IRT?  Luar biasa itu! [sumber: sahid]
 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline