Mengapa Hati Kita Tidak Bahagia?

, Mengapa Hati Kita Tidak Bahagia?Bahagia itu memang relatif. Kita tidak bisa menggunakan parameter apapun soal bahagia tidaknya seseorang. Seperti kita ketahui, kebahagiaan seseorang bermula dari hatinya. Hati itu kadang bahagia kadang sedih. Dan pasti semua manusia ingin hatinya bahagia. Mudah saja, akan tetapi kita harus menghilangkan terlebih dahulu sifat di bawah ini:

1. Pemarah
Orang yang ada sifat pemarah dalam dirinya, pasti sukar berasa tenang tenteram.

2. Pendendam
Orang yang ada sifat ini, pastinya hati dia tidak akan pernah tenteram. Selagi dia tidak dapat membalas dendam, hatinya tidak pernah tenang.

Mana mungkin orang yang ada menyimpan perasaan dendam bisa tenteram! Sifat pendendam ini ibarat lahar yang tersembunyi di dalam dada. Orang seperti ini sentiasa mencari-cari peluang untuk membalas dendam dan memuaskan hatinya.

3. Hasad dengki
Jika sifat hasad dengki ada dalam diri kita pasti membuat diri kita tak tenang dan tak bahagia.

4. Bakhil
Orang bakhil sentiasa mengatakan dia tidak punya uang, dia ada masalah dan sebagainya semata-mata tidak member apabila diminta.

5. Tamak
Orang yang tamak tidak pernah dan tidak akan puas dengan apa yang dimilikinya.

6. Tidak sabar
Orang yang tidak sabar, tekenan ujian sedikit saja sudah merasa tertekan.

7. Cinta Dunia

Orang yang cinta dunia juga sebenarnya tidak merasa bahagia. Karena dia sentiasa berasa takut untuk kehilangan harta dunianya. Dia begitu takut mati meninggalkan harta yang dimiliki. Dia tidak akan merasa puas dengan hartanya. Apa yang difikirkannya hanyalah untuk mencari harta dan menambah kekayaan. Dia ingat bila dapat harta, hati nya akan puas. Dia ingat bila kekayaan bertimbun, dia akan bahagia. Tapi rupanya tidak, kebahagiaan dan ketenangan bukan pada harta kekayaan letaknya. Tapi tenang dan bahagia itu, terletak pada hati yang mensyukuri. [mc]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.