Mengapa Miss World Itu Menghina Perempuan?

 

, Mengapa Miss World Itu Menghina Perempuan?Penolakan terhadap ajang Miss World makin kencang. Ajang yang digelar dalam rangka mencari ratu sejagat seperti kita ketahui hanya akan fokus pada kecantikan tubuh perempuan. Kecantikan dan kemolekan tubuh perempuan adalah kriteria utama dalam penilaiannya.  Badan yang tinggi semampai jelas menjadi ukuran mutlak. Semua kontestan harus memenuhi syarat  tinggi minimal  5 kaki 6 inci (sekitar 167 cm). Para kontestan  pun diukur payudara, pinggang dan pinggulnya untuk diseleksi oleh para juri untuk memilih siapa yang memiliki ukuran ideal.

Jadi walaupun konon penyelenggaraan Miss World 2013 di Sentul meniadakan sesi bikini, tiga ukuran vital kontestan akan tetap menjadi pertimbangan utama penjurian. Berat badan, warna kulit dan tekstur rambut yang bisa diubah dengan bimbingan ahli juga menjadi bahan pertimbangan. Semua harus sesuai kriteria miss world agar kelak mereka lebih bisa diterima di dunia modeling, aktris film, dan pelaku industri hiburan lainnya.

Pihak penyelenggara memang mengklaim adanya penilaian 3B (Brain, Beauty, Behavior). Namun, ini hanyalah lipstik. Pasalnya, Brain (kecerdasan) hanya dilihat dari kemampuan kontestan menjawab pertanyaan seputar masalah kekinian. Behaviour (kepribadian ) hanya diukur dari keterlibatan peserta dalam berbagi aktivitas sosial kemasyarakatan. Kedua kriteria ini hanyalah polesan.

Kecerdasan dan kepribadian sesungguhnya tidak mungkin terukur hanya dalam sekejap selama kontes dilasaksanakan. Adapun Beauty (kecantikan)—yang dinilai berdasarkan keindahan fisik dan ukurannya yang proporsional—inilah yang menjadi porsi utama kemenangan kontestan.

Ketika ajang Miss World hanya melihat prestasi dan penghormatan perempuan pada kecantikan wajah dan seluruh tubuhnya semata, ini adalah penghinaan bagi perempuan yang berasal dari pemikiran Barat yang kufur.  Pemikiran Barat memandang identitas dan nilai perempuan berdasarkan kecantikan fisik semata.

Penampilan perempuan adalah tiket untuk mencapai sukses; bukan kecerdasan, karakter, keterampilan dan kontribusi perempuan kepada masyarakat. Perempuan pun diurutkan peringkat nilainya sesuai dengan tingkat daya tariknya, bukan karena kemampuan mereka. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.