Mengapa Zina Dianggap Sebagai Perbuatan Keji?

0

, Mengapa Zina Dianggap Sebagai Perbuatan Keji?

“Dan janganlah kamu mendekati zina, seseungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek,” (QS. al-Isrâ’, 17: 23).

Para ulama sepakat bahwa mungkar adalah segala perbuatan yang ‘di luar’ dari ketentuan agama Allah, bukankah zina juga termasuk di dalamnya? Pada ayat yang pertama secara jelas terlihat bahwa Allah memisahkan antara keji dan mungkar.

Lalu pada ayat yang kedua Allah memasukkan zina pada pengertian perbuatan yang keji. Mengapa demikian? Allah SWT sudah menyampaikan pada umat-Nya bahwa pada suatu masa zina ini akan dianggap biasa.

Kita tidak bisa memungkiri ini benar-benar terjadi. Saat ini mungkin akan begitu hina jika kita mendengar kata zina, namun ada kata-kata lain yang lebih ‘halus’ seperti MLhaving seks, selingkuh, ‘nyeleweng’ dan lain-lain. Bukankah kata-kata tersebut terdengar lumrah? Ketika orang membunuh atau mencuri akan sangat besar kemungkinan mereka segera bertaubat, namun tidak demikian dengan zina, mengapa demikian?

Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan hal ini.

Yang pertama, proses terjadinya zina memang memang sebuah kenikmatan yang besar. Sehingga menimbulkan ‘adiksi’ (efek-ketagihan) pada pelakunya dan rasa keingintahuan yang membuatnya sulit untuk berhenti. Selalu muncul fantasi-fantasi baru tentang kegiatan itu. Hal ini yang membuat orang susah berhenti. Setiap dosa akan menimbulkan sebuah titik- hitam (nuktah saudâ’) di hati, jika dosa ini terus menerus dilakukan maka hati akan benar-benar hitam dan tertutup untuk menerima kebaikan.

Yang kedua, tentu saja bujukan dari musuh yang paling nyata dari manusia, yaitu‘setan’. Ini merupakan faktor yang mendukung manusia terjerumus dalam jurang dosa. Setan membuat hal-hal yang berbau dosa menjadi indah di mata manusia. Membisikan pembenaran-pembenaran tentang perbuatan dosa tersebut.

Kedua hal di atas membuat manusia yang pernah berbuat zina akan begitu erat terjerat sehingga sulit untuk dikembalikan ke jalan yang benar. Hukuman zina bagi orang menikah atau pernah menikah adalah ‘rajam’ sampai mati. Berlebihankah? Karena rajam adalah bagian dari ketentuan Allah, maka jawabannya: “Tidak”!”.

Sebalikny,a ada dua ‘kelebihan’ dari pezina, yang sangat berbahaya. Mereka memiliki pesona yang dapat menggoda orang lain dan mereka memiliki bujuk rayu yang akan mengajak orang menjadi penzina seperti dirinya. Menjerumuskan orang lain? Tentu saja perilaku yang demikian berbahaya bagi lingkungannya. Maka hukum ‘rajam’ tidaklah berlebihan. Sedangkan untuk yang belum pernah menikah Allah memberikan kesempatan untuk kembali ke masyarakat setelah hukuman 100 kali cambuk yang menyakitkan diberlakukan kepadanya. []

 

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline