Mengatasi Si Anak Manja

, Mengatasi Si Anak Manja

Siapapun bisa punya anak manja. Termasuk kita keluarga dakwah. Manja adalah kecenderungan dalam diri anak untuk selalu menuntut perhatian dan pelayanan dari orangtua, saudara maupun orang lain. Tetapi, branch anak yang dituduh manja memang benar-benar manja? Atau hanya karena orangtuanya saja yang memberi label anak manja atau malah orangtua yang menjadikan karakter anak menjadi manja?

Baca Juga

Pentingnya Quality Time Bulan Ramadhan bersama Keluarga

Namun ada anak yang memang berperilaku manja dengan cara merengek dan baru diam sesudah orangtuanya mengabulkan permintaannya. Ada anak-anak yang menjerit bila permintaannya tidak dikabulkan. Ada anak-anak yang tidak menghargai pemberian yang sederhana. Tapi itu belum tentu manja.

Sadar atau tidak, perilaku manja dalam diri anak bisa jadi akibat peran orangtua yang memanjakannya. Jangan memberikan label manja pada anak. Bila memberinya label manja, maka anak cenderung menjadi manja. Bila orangtua percaya si kecil manja, maka orangtua selalu menganggap segala sesuatu yang dilakukan si anak adalah manja. Bila melihat sesuatu yang dapat diinterpretasikan sebagai manja, maka orangtua seakan membuktikan keyakinan bahwa si kecil memang manja. Keyakinan yang melekat pada diri orangtua akhirnya dikomunikasikan kepada anak sehingga ia mulai melihat dirinya sebagai anak yang dimanja.

Di sinilah orangtua berperan untuk mengajari anak dalam berperilaku dalam kehidupan. Memberikan label manja pada anak atau mengatakan anak manja, bukan merupakan sikap yang baik dari orangtua. Bila orangtua menyebut si kecil manja, yang anak dengar bukanlah manja, melainkan sebagai manja yang bisa merusak. Sayangnya, tak semua orangtua bisa bersikap tegas atau menolak kemauan dan keinginan anaknya. [ganesha widya]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.