Mengejar Bahagia

0

senyum

Oleh: Rusyidi Rasyid

Banyak orang mengondisikan bahagia bisa dicapai jika memenuhi persyaratan tertentu. Berhenti sejenak dari berkegiatan.

Tarik napas dalam-dalam, rasakan udara yang masuk dan keluar paru-paru. Tak perlu punya status atau jabatan tertentu, bekerja keras atau tidak, tak perlu memenuhi kualifikasi apapun untuk merasakan nikmatnya bernafas.

Bahagia adalah hak lahir, bersedialah menerimanya.

Manusia menghabiskan waktu mengejar kebahagiaan, tapi pada menit-menit terakhir – karena merasa tidak layak menerimanya – melakukan apapun untuk menghindarinya. Konyol, tetapi demikianlah kenyataannya.

Perlu berkata pada diri sendiri “Saya memutuskan dan mengijinkan diri saya berbahagia setiap saat.”

Terima apapun pikiran dan perasaan yang muncul, berterimakasih serta bersyukur karenanya. []

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline