Menjadi Ratu Sejagat

0

 

, Menjadi Ratu SejagatOleh: Saad Saefullah

Nama Artika Sari Devi pernah jadi perbincangan beberapa tahun yang lalu. Rame! Kalau yang belum tahu, dia itu ceritanya yang “mewakili” bangsa Indonesia dalam pemilihan kontes Miss Universe (Ratu Sejagat) yang diselengarakan di Amrik.

Kalau menggunakan istilahnya Gus Dur waktu membela masalah Laskar Cinta Dhani Dewa, “Mewakilin umat yang mana?” dan “alamatnya dimana?”, rasanya tidak apa-apa juga. Karena saya sebagai satu warga Indonesia merasa nggak banget dengan keikutsertaannya dalam ajang itu.

Kemudian, foto-foto calon Miss Universe dalam pakaian yang berbikini ria (only-one-two-pieces) banyak nampang di mana-mana terutama kalo Ente termasuk suka menggunakan angkot atau metromini dan di dashboard depan sopir suka ada koran kriminal dan seks yang dijual dua ribu perakan.

Sempet “rehat’ dulu selama empat tahun setelah kasus si Nona Jakarta Alya Rohali, Miss Universe dari Indonesia kembali urun rembug, sekarang tanpa ada aral halangan melintang yang berarti. Artinya, bisa jadi karena kita semua tak peduli atau memang benar-benar merasa terwakili dengan kontes seperti ini?

Dan ala kuli hal, kontes ini akan diselenggarakan di Indonesia, hanya sekitar satu bulan setelah lebaran 2013.

Alya Rohali pernah berkata dalam salah satu wawancaranya di teve swasta, sebenarnya acara pake bikini itu hanya setengah cuil dari sekian banyaknya yang bisa didapetkan dari ajang ini. Artinya, dalam kacamata tertentu, pemilihan ini sepertinya banyak positifnya dalam promosiin Indonesia. Apakah memang begitu?

Menurut saya sih, jujur saja katanya seorang Miss Universe otaknya musti encer dan selain juga cakep! Kalau nggak cakep mana bisa kale ikutan? Kalau ditanya ini-itu tidak gelagapan. Tapi kala buat hanya mempromosikan Indonesia, apa memang benar musti dengan acara seperti ini? Coba aja sedikit buka mata en sedikit lebih fair, apa pentingnya memakai bikini dan di foto-foto di depan banyak obyek? Hatta, di pantai sekalipun, sepertina sama sekali tidak mencontokan atau menggambarkan siapa Indonesia itu….

Lantas, bagaimana kalau semisalnya ajang Miss Universe tidak ada acara mamerkan bagian tubuh? Apakah kita bakalan tetap mendukung? Hmm, coba saja deh tes kemampuan masak para kontestan, tes juga IQ sebenarnya, tes juga ahlaknya, tes juga visi dan misinya dalam rumah tangga kelak, tes juga keberaniannya… Kita butuh Miss Universe seperti Ayat Akhras, Zaenab Al Ghazali, atau tokoh model-model R.A. Kartini atau Tjut Nyak Dien….Kalau memang begitu, kita jelas-jelas butuh seorang perwakilan di ajang Miss Universe! []

 

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline