in

Menyikapi Si Pengadu

anak

Pada satu atau dua anak kita, ada saja mungkin anak kita yang sering sekali mengadu. Nah, apa yang harus dilakukan untuk menghadapi anak yang suka mengadu?

Di balik mulut ‘si tukang mengadu’, sebenarnya ada seorang anak yang ‘haus’ akan kekuasaan. Plus, dia masih belajar tentang perbedaan antara bertanggung jawab secara sosial dan menjadi ‘mata-mata’. Jadi, ketika anak Anda mengadu, Anda jangan bereaksi secara berlebihan.

Jadikan hal yang diadukannya sebagai laporan semata, dan cobalah untuk tidak bersikap emosional. Kalau, misalnya, anak mengadu bahwa adiknya menjatuhkan vas bunga, maka katakan saja bahwa Anda merasa sedih karena vas itu terjatuh, dan mungkin masih bisa diperbaiki lagi.

Dari sini, ia bisa tahu bahwa tindakan adiknya bukan akhir segalanya, meski ini mungkin saja adalah rencananya. Lalu, bila mungkin, bantulah anak kita tersebut untuk mengetahui sebenarnya apa tujuannya selalu melaporkan ini itu.

Begitu timbul masalah, Anda menjelaskan apa yang menjadi kebutuhannya dan memberitahu bagaimana cara mengatakan sesuatu. Dengan begitu, ia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Gunakan taktik ini sesering mungkin dan pada akhirnya anak pun tidak akan selalu mengadu. Bagaimana kalau Anda lupa akan hal ini? Jangan takut, Anak akan memberi Anda cukup banyak kesempatan untuk melakukan berbagai taktik yang ada. Gampang kan? [Sumber:  parenting]

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Suami Anda ‘Loyo’? Duh, Apa Sebabnya?

Perlu Diperhatikan Kalau Suka Minum Kopi