Nabi Kami Sendiri

, Nabi Kami Sendiri
Oleh: Jonru Ginting

“Sudahlah, jangan mengurus agama lain. Urus saja agamamu sendiri!”

Komentar seperti itu sering muncul ketika ada pembahasan mengenai boleh tidaknya mengucapkan selamat Natal bagi umat Islam. Sebagian kalangan menilai pembahasan ini sebagai upaya ikut campur terhadap keyakinan orang lain.

Jika umat Islam membahas para dewa di agama Hindu, tentu itu boleh disebut “mengurus agama lain”. Sebab para dewa Hindu tersebut tak ada hubungan apapun dengan ajaran Islam.

Beda halnya jika yang dibahas adalah Hari Natal. Di situ ada SATU TOKOH yang diakui sebagai nabi oleh umat Islam, namun diakui sebagai tuhan oleh umat Kristen.

Jadi, ketika umat Islam membahas tentang larangan mengucapkan selamat Natal, maka itu tidak bisa disebut “mengurus agama lain”. Sebab kami umat Islam sedang membicarakan salah seorang NABI KAMI SENDIRI.

Umat Islam mengakui, menghormati dan sangat mencintai Isa atau Yesus. Karena itu, saya menghimbau kepada teman-teman muslim untuk tidak pernah menghina beliau. Masa nabi sendiri dihina? Jika ada umat Islam yang menghina salah seorang nabi, berarti dia telah melanggar Rukun Iman. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.