Nasihat Syaikh Musthafa Soal Berdandan Istri untuk Suami

0

, Nasihat Syaikh Musthafa Soal Berdandan Istri untuk Suami

Masalah berdandan adalah masalah yang sangat penting. Apalagi, untuk seorang wanita yang ingin mendapatkan predikat shalihah, berdandan atau berhias adalah hal utama yang harusnya bisa senantiasa dia lakukan untuk suaminya. Namun, pada zaman yang moderen ini banyak wanita yang sudah melalaikan masalah berdandan ini. Memang mereka berdandan, akan tetapi bukan pada tempat yang tepat untuk berdandan. Mereka berdandan ketika keluar dari rumahnya, sedangkan ketika di dalam rumah, mereka terlihat kucel dan tidak rapi. Padahal yang dia hadapi adalah suaminya.

Berikut ini sebuah nasihat berharga dari Syaikh Musthafa Al-Adawi, staf pengajar di Universitas Al-Azhar Mesir yang ditujukan untuk para Istri.

“Wahai para istri! Apakah engkau rugi bila menemui suamimu dengan wajah berseri dan senyuman? Aku pikir tidaklah berat bila engkau tidak duduk sampai suamimu masuk dan duduk! Tidaklah sukar bila engkau ucapkan padanya, ‘Alhamdulillah atas keselamatanmu, kami telah rindu menanti kedatanganmu, selamat datang.’

Berdandanlah untuk suamimu -dan lakukanlah hal ini karena mengharap pahala dari Allah- sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Pakailah parfum, celak, dan baju yang terbaik untuk menyambut kedatangan suamimu. Hiburlah suamimu sehingga meringankan kepenatan, sakit, musibah, dan kesedihannya.”

Itulah sebuah nasihat berharga dari beberapa nasihat untuk istri yang beliau tuliskan dalam bukunya.

Beberapa hal yang mungkin sering dilakukan oleh wanita untuk membahagiakan sang suami adalah menggunakan make up buatan juga memakai wig atau istilah lainnya adalah rambut palsu. Lalu bagaimana hukum keduanya? Ketika ada sebuah pertanyaan “Bolehkah seorang perempuan mengenakan make up buatan untuk suaminya?” Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin, menjawabnya,

“Berhiasnya perempuan guna mempercantik diri untuk suaminya dalam batas-batas syariat termasuk hal yang selayaknya dia lakukan. Karena sesungguhnya seorang perempuan setiap kali berhias untuk suaminya maka itu akan lebih menambah kecintaan suami kepadanya dan membawa pada keharmonisan antara keduanya. Dan inilah maksud disyariatkannya hal itu. Adapun tentang make up, apabila dapat mempercantik dan tidak membahayakan dirinya maka perbuatan itu tidak apa-apa dan tidak berdosa. Akan tetapi saya mendengar bahwa make up membahayakan kecantikan kulit wajah dan berikutnya akan mengubah wajahnya menjadi lebih buruk sebelum waktunya atau sebelum menua. Saya berharap kepada para wanita untuk bertanya kepada para dokter tentang hal ini. Apabila terbukti demikian maka penggunaan kosmetika hukumnya mungkin haram atau minimal makruh. Karena segala sesuatu yang membawa manusia kepada keburukan maka dia bisa jadi haram atau bisa jadi pula makruh.” [arif ardiansyah/indah di atas sunnah]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.