Operasi Plastik, Apa Hukumnya?

, Operasi Plastik, Apa Hukumnya?Sudah bukan rahasia lagi kalau para selebriti doyan melakukan operasi plastik. Jadi tampan dan cantik memang dambaan setiap orang. Terutama bagi kaum Hawa, kecantikan adalah sesuatu yang sangat diinginkan.

Betapa berbahagianya seorang wanita bila ia memiliki alis berbukit, bulu mata lentik, hidung mancung, muka tirus, bibir merekah dan tubuh yang memesona. Dalam perkembangan medis sekarang, hal itu bisa dimiliki dengan operasi bedah plastik.

Operasi plastik kini banyak diminati dan dilakukan oleh kalangan artis. Seperti selebritis Holliwood yang menghabiskan uangnya untuk operasi plastik. Sudah bukan rahasia lagi kalau Nicky Minaj adalah salah selebriti Hollywood yang menggelontorkan banyak uang untuk mengubah beberapa daerah di wajahnya. Nadia Suleman yang melakukan operasi lain di tubuhnya. Di antaranya adalah peremajaan serta suntik bibir dan hidung.

Beberapa operasi plastik pun sempat dilakukan oleh Vivica Fox. Juga ada Jocelyn melakukan operasi plastik yang sangat banyak untuk beberapa daerah di wajahnya.

Bukan hanya artis Hollywood saja, tapi sudah bukan rahasia lagi, artis-artis K-Pop (dari Korea) santer melakukan operasi ini. Celakanya, artis merupakan “nabi” di zaman sekarang ini, dengan televisi sebagai medianya.

Lalu bagaimana hukum operasi plastik dalam Islam? Fenomena besar yang terjadi sekarang ini, yaitu semakin banyaknya atau berbondong-bondong orang untuk melakukan operasi plastik adalah sebuah permasalahan yang harus disikapi.

Dalam fikih modern, bedah plastik disebut al-jirahah (amaliyyah) at-tajmiyiah.

Bedah plastik dikategorikan menjadi dua. Tujuan pengobatan dan kecantikan.

Bedah plastik dengan tujuan pengobatan dibagi lagi menjadi dua. Yaitu bedah plastik yang bersifat daruri (vital atau penting) dan bedah plastik yang bersifat dibutuhkan. Bedah plastik dengan tujuan pengobatan secara hukum dibolehkan, baik yang bersifat daruri maupun yang bersifat dibutuhkan. Bedah plastik dalam kasus yang bersifat daruri, seperti terjadi penyumbatan pada saluran keluarnya air seni, dibolehkan secara hukum.

Apabila bedah plastik dilakukan untuk mempercantik diri, seperti menghilangkan tanda-tanda ketuaan di wajah dan badan dengan mengencangkan kulit dan payudara, melangsingkan pinggang, dan memperbesar pinggul, maka bedah plastik demikian tidak dapat dibenarkan oleh syariat lslam. Alasan keharaman bedah plastik untuk tujuan kecantikan, di antaranya adalah firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa’ (4) ayat 119:

“Dan Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka memotong (telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar- benar memotongnya, dan akan Aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.”

Dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan “mengubah ciptaan Allah SWT” merupakan pekerjaan setan dan umat Islam dilarang untuk mengikuti pekerjaan setan karena tidak sesuai dengan syariat Islam.

Jalan yang ditempuh pada akhirnya hanyalah bersyukur, kesyukuran menjadi kunci seseorang mendapatkan kecantikan di sisi Allah SWT. Bukan kecantikan luar semata yang menjadikan kita munkar, namun hati yang cantik menjadikan jiwa ini terlihat cantik pula. []

Sumber: berbicarawanita.blogspot.com

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.