Panduan Berjima’ dengan Suami

0

, Panduan Berjima’ dengan SuamiBerjima’ atau berhubungan badan antara suami istri harus dilakukan, karena untuk menghasilkan keturunan. Selain itu, jima’ juga bertujuan agar kasih sayang antara suami istri tetap tumbuh. Berbuat jima’ ini tidak asal-asalan lho, ada panduannya. Nah, agar Anda tahu, silahkan ikuti penjelasan berikut.

Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik wanita di antara kalian ialah yang paling menjaga dan paling pandai membangkitkan syahwat. Paling menjaga kemaluannya dan paling pandai menggairahkan syahwat suaminya,” (Dailami).

Yang paling menjaga maksudnya adalah menjaga aurat serta kehormatannya dari lelaki yang bukan mahram. Sedangkan Yang pandai menggairahkan syahwat’ hanyalah ditujukan kepada suaminya.

Inilah istri yang paling baik. Yaitu pandai menggoda, pandai menghibur, pandai merayu, pandai bersolek, dan berdandan di hadapan suaminya. Rasulullah bersabda kepada Jabir ra, “Alangkah baiknya jika istrimu itu seorang gadis yang kamu dapat bermain-main dengannya dan ia dapat bermain-main denganmu,” (Bukhari, Muslim).

Anjuran yang utama bagi seorang wanita shalihah dalam masalah jima’ dengan suami adalah jangan menunda-nunda jika suami mengajak berhubungan badan, apalagi menolaknya ketika ia dalam keadaan sehat, karena menyegerakan keinginan suami dalam urusan tempat tidur (hubungan intim) adalah sangat besar pengaruhnya dalam hubungan cinta kasih antara suami istri.

Rasulullah bersabda, “Seorang wanita itu datang dalam bentuk syetan, maka ketika salah seorang dari kalian melihat wanita yang memikatnya, segeralah mendatangi istrinya, karena hal itu dapat meredam gejolak yang ada di dalam dirinya,” (Muslim).

Rasulullah bersabda, “Allah melaknat istri yang suka berkata, ‘Nanti, nanti’ (dalam memenuhi ajakan suaminya),” (Thabrani). [st]

 Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.