Parenting Anak Usia Baligh Model Ali

0

 

, Parenting Anak Usia Baligh Model AliBetapa pentingnya kita mendampingi setiap detik kehidupan anak kita. Termasuk juga mereka yang akan beranjak baligh. Perkembangan tekhnologi  yang cukup pesat, membuat begitu mudahnya informasi dengan berbagai bentuk media  dapat dengan cepat dan mudah untuk dinikmati dan dipelajari.

Penyaringan dan Pengawasan anak-anak kita sudah saatnya perlu dilakukan sejak kini, supaya sisi buruk dari kemajuan teknologi tidak meracuni kehidupan anak-anak kita dalam tumbuhnya menjadi remaja dan kelak juga menjadi generasi kita dalam meneruskan menegakkan akidah Islami, paling tidak di lingkungan dimana mereka kelak tinggal.

Hal-hal yang perlu menjadi pertimbangan dampak negatif dari pola perkembangan dunia informasi di negara kit, dari hasil survey pada tahun 2008, oleh salah satu lembaga survey Indonesia tercatat hasil bahwa 80% anak remaja pernah mengakses situs porno, dan hasil survey lain mencatat bahwa 50%  pada usia remaja telah melakukan hubungan seksual.

Betapa mirisnya kita membaca hasil survey ini, lalu apa yang hendak kita lakukan sebagai orang tua, yang mempunyai tanggung jawab untuk mendidik dan membesarkan mereka, mengantarkan mereka supaya tidak salah rah dalam menapaki kehidupan hingga mereka mampu menjalani hidup mandiri????

Bekal keilmuan, pengetahuan melalui pendidikan sekolah umum sudah menjadi umum atau lazim di perjuangkan oleh para orang tua masa kini, tetapi langkah ini merupakan SALAH SATU bekal untuk mereka, masih ada bekal lain yang perlu para orang tua berikan.

Pembekalan pengetahuan akal dan bathinnya perlu di rencanakan, sehingga tidak pemubaziran bagi para orang tua dari segi waktu dan materi, dalam mempersiapkan anak-anak tumbuh berkembang sesuai yang diharapkan.

Ada ilustrasi dari pola orang tuan (parenting) ala Ali bin Abi Thalib Ra dilalui dalam tiga tahap. Yaitu 7 tahun pertama, anak diperlakukan bak putra mahkota. Dilayani tapi bukan berarti menuruti semua kemauan anak. 7 tahun kedua, anak diperlakukan sebagai pelayan. Diajarkan kemandirian, melayani diri sendiri dan membantu orang lain serta melatih kedisiplinan dan belajar bertanggung jawab. Sedangkan fase terakhir perlakukan anak sebagai orang kepercayaan dan sahabat, dimana pada tahap ini anak sudah masuk ke masa remaja atau akil baligh.

Saat ini mungkin banyak diantara kita para orang tua yang tidak mengetahui kapan anak kita mulai memasuki usia akil baligh. Untuk anak perempuan tandanya lebih mudah dikenali. Dan biasanya anak akan memberitahu ibu atau keluarga terdekatnya. Lalu bagaimana dengan anak laki-laki ? Tahukah ayah atau bunda kapan pertama kalinya putera kita melewati malam yang menjadi pertanda bahwa ia telah menjadi lelaki dewasa seutuhnya ?

Pada masa akil baligh ini putra dan putri kita selain mengalami perubahan fisik juga mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan  lingkungan, sehingga memungkinkan munculnya masalah. Oleh karena itu pada fase ini sebagai orang tua kita sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik

Marilah kita para orang tua menyempatkan waktu sebentar, renungkan denga satu pertanyaan fokus,

  • Sudahkah kita memperlakukan anak-anak kita dengan tepat dan benar?
  • Sudahkah kita berprilaku baik seperti yang kita nasehatkan kepada anak-anak kita?
  • Sudah layakkah prilaku kita menjadi teladan bagi anak?

Karena bisa jadi prilaku buruk  anak remaja atau pelajar kita adalah cermin, belum baiknya sikap orang tua. Wallahualam. [batatsa]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.