Pencela yang Belum Pernah Berkarya

, Pencela yang Belum Pernah Berkarya

Oleh: Jonru Ginting

Ini pengalaman tahun 2008 lalu, ketika buku saya MENERBITKAN BUKU ITU GAMPANG (MBIG) baru saja terbit. Ada seorang peserta milis PasarBuku – sebut saja namanya Mawar – yang berkomentar, “Hai Jonru… Dari cerita kamu barusan, saya langsung tahu bahwa buku MBIG itu sangat jelek.”

Awalnya saya mendebat komentar dia itu dengan ucapan, “Kamu sudah baca bukunya belum? Kalau belum, betapa konyolnya karena kamu seperti mengomentari kucing di dalam karung.”

Dia membalas, “Tanpa membaca bukunya pun, saya langsung tahu bahwa buku kamu jelek. Buat apa saya baca!”

Karena penasaran, saya segera menyelidiki siapa sebenarnya si Mawar itu. Akhirnya ketemulah jati dirinya. Dia ternyata bekerja di sebuah perusahaan distributor buku. Dia hanya orang kebanyakan, bukan penulis, dan belum pernah menerbitkan satu buku pun.

Dengan penuh percaya diri, saya pun membalas komentarnya, “Baiklah, Mawar. Saya tahu, kamu orang yang sangat paham mengenai seluk-beluk distribusi buku. Karena itu, saya tunggu buku kamu terbit, mengenai distribusi buku. Pasti sangat bagus.”

Setelah itu, si Mawar tak pernah menjawab lagi, hingga hari ini. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.