Perbedaan Puasa, Bagaimana Menyikapinya?

0

 

awal puasaOleh: Dede Ahmad Permana
Perbedaan hari raya atau awal puasa, seringkali merusak persaudaraan (ukhuwah) di antara umat, bahkan dalam satu keluarga sekalipun. Ironis. Padahal ukhuwah adalah ajaran pokok dalam Islam, sedangkan penentuan hari raya atau awal puasa adalah ijtihadiyah (bukan pokok, alias boleh berbeda).

Pada persoalan yang sifatnya ijtihadiyah, pemerintah (selaku ulil amri) boleh menetapkan satu pilihan dan mewajibkan pilihan itu kepada umat. (Seperti yang selama ini dilakukan Negara-negara Muslim di Timur Tengah, melalui otoritas mutlak yang dipegang Mufti). Semata-mata utk mewujudkan kemaslahatan umat secara lebih luas.

Ulama besar Imam al Juwaini (w 478 H, guru Al Ghazali) mengatakan bahwa andai tidak ada keharusan untuk mengikuti penguasa dalam masalah-masalah ijtihadiah, tentu sengketa yang terkait dengan permasalahan ijtihadi tidak akan pernah usai, karena pihak-pihak yang bersengketa akan bersikukuh dengan keinginan dan pendapat yang ia pilih.

Jadi, utk mengakhiri perbedaan awal puasa atau hari raya di kalangan umat yang kerap merusak ukhuwah itu, satu-satunya solusi adalah ketegasan pemerintah. Wallahu A’lam.

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline