Perhiasan yang Biasa Tampak

, Perhiasan yang Biasa TampakPerhiasan sudah tidak asing lagi bagi kita, namun yang dimaksud perhiasan di sini bukanlah perhiasan seperti gelang, cincin, kalung, dan sebagainya. Yang dimaksud perhiasan di sini yaitu perhiasan pada manusia yang harus ditutup kecuali pada mahromnya. Tapi tidak semua perhiasan wanita harus ditutup. Ada beberapa yang boleh diperlihatkan. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan ikuti penjelasan berikut.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak darinya.

Ibnu Jarir ath-Thobari Rohimallohu Ta’ala dalam tafsirnya (18/92) membawakan riwayat yang shohih mauquf dari Abdulloh bin Mas’ud Rodhiallohu’anhu yang berkata: Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak darinya.” dia (Abdulloh bin Mas’ud) berkata: (yaitu) tsiyab (pakaian luar).

Dan pendapat inilah yang dikuatkan oleh Syaikh Muhammad asy-Syinqithi Rohimallohu Ta’ala (Adhwa’ul Bayan 6/197) dan juga oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rohimallohu Ta’ala (Hijabul Mar’ah al-Muslimah hlm, 17.

Sebab makna perhiasan ialah apa yang seorang wanita berhias dengannya dan bukan termasuk asal penciptaan dirinya, dan yang melihatnya tidak mengharuskan melihat sebagian dari anggota badannya, seperti yang nampak dari pakaian luarnya yang tidak mungkin ditutup.

Penjelasan ini semakna dengan hadits Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam di atas, bahwa seluruh tubuh serta perhiasan seorang wanita adalah aurat yang tidak boleh terlihat oleh orang lain yang bukan mahromnya sedikitpun.

Berarti, seorang wanita tidak boleh terlihat sedikit pun, bagian tubuh maupun perhiasannya, oleh laki-laki lain yang bukan mahromnya selain pakaian luar yang menutup dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Dan inilah yang dimaksud dengan perhiasan yang biasa nampak dalam ayat di atas. Wallohu a’lam. [aw]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.