Perhiasan yang Tersembunyi

, Perhiasan yang TersembunyiPerhiasan bagi istri harus sangat dijaga, jangan sampai diperlihatkan kepada setiap orang. Perhiasan ini ada yang boleh diperlihatkan dan ada yang tidak. Nah, di sini akan dijelaskan perhiasan yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain kecuali mahromnya. Berikut adalah penjelasannya.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka.

Ibnu Jarir ath-Thobari Rohimallohu Ta’ala dalam tafsirnya (18/94) menyebutkan riwayat yang shohih dari Qotadah Rohimallohu Ta’ala tentang firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka …dst”, dia Rohimallohu Ta’ala berkata: “Seorang wanita boleh menampakkan kepalanya kepada mereka (yang tersebut dalam ayat).”
Diriwayatkan dari Abu Salamah Rodhiallohu’anhu ia berkata: “Aku datang bersama saudara laki-laki ‘Aisyah Rodhiallohu’anha kepada ‘Aisyah. Lalu bertanyalah saudaranya kepadanya tentang mandinya Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam. Maka ia (‘Aisyah) meminta diambilkan wadah seukuran satu sho’ kemudian ia mandi dengan mengguyurkan air ke atas kepalanya. Sedangkan antara kami dan dia ada hijab (penghalang)nya,” (HR. al-Bukhori dalam Fathul Bari 1/364).

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolani Rohimallohu Ta’ala dalam Fathul Bari (1/465) berkata: “Al-Qodhi Iyadh berkata: “Yang nampak bahwa kedua laki-laki tersebut melihat yang dilakukan ‘Aisyah pada kepalanya dan juga bagian atas tubuhnya dari yang boleh dilihat oleh mahromnya, sebab ‘Aisyah adalah bibi susuan dari Abu Salamah di mana dia telah disusui oleh Ummu Kultsum, saudari ‘Aisyah. Dan ia menutup bagian tubuhnya yang bawah dari yang tidak halal dilihat meski oleh mahromnya.”

Berdasarkan ayat di atas dengan keterangan riwayat-riwayat yang ada, bisa diambil beberapa pelajaran sebagai berikut:

1. Yang dimaksud dengan perhiasan di sini ialah yang ditutupi dengan pakaian luar seorang wanita, yang tidak boleh terlihat oleh laki-laki lain yang bukan mahromnya. Karena itulah perhiasan ini disebut juga dengan perhiasan yang tersembunyi, yaitu yang disembunyikan dari selain mahrom dan dari selain orang-orang yang disebutkan oleh Alloh Azza wa Jalla dalam ayat di atas

2. Berdasarkan beberapa riwayat di atas, yang dimaksud perhiasan di sini ialah termasuk anggota tubuh yang perhiasan biasa dikenakan padanya, bukan hanya pada perhiasannya itu sendiri. Perhatikan beberapa riwayat di atas yang jelas menyebutkan bahwa yang boleh terlihat dari seorang wanita muslimah di antaranya ialah kepala dan anggota wudhunya, bukan sekadar perhiasan yang dikenakannya. Oleh karenanya, para ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan perhiasan dalam ayat tersebut termasuk mawadhi’uz zinah, artinya tempat-tempat di mana perhiasan itu dikenakan padanya. Seperti di kepala ada anting-anting di telinga, di leher ada kalung, di tangan ada gelang, di kaki ada gelang kaki. Maka maksudnya ialah bukan sekadar tidak boleh menampakkan berbagai perhiasan tersebut, namun juga tidak boleh menampakkan anggota tubuh yang perhiasan biasa dikenakan padanya meski ketika perhiasan tidak sedang dikenakan.

3. Dan berdasarkan keumuman hadits Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam bahwa seluruh tubuh seorang wanita muslimah dari ujung rambut sampai ujung kaki adalah aurat yang tidak boleh terlihat, maka ayat tersebut telah mengecualikan anggota tubuh yang mana yang boleh terlihat dan oleh siapa boleh terlihat. Sehingga seorang wanita muslimah tidak diperbolehkan memperlihatkan anggota tubuhnya kepada orang-orang yang disebutkan dalam ayat melebihi yang disebutkan dalam ayat tersebut, yaitu selain tempat-tempat yang perhiasan biasa dikenakan padanya dan anggota wudhunya saja.

4. Berdasarkan ayat di atas, yang diperbolehka melihat kepala seorang wanita muslimah dengan perhiasannya serta anggota wudhunya juga dengan perhiasan yang biasa ada padanya hanyalah mereka yang disebutkan di dalam ayat tersebut saja. Hal ini sebagaimana tegasnya Alloh Azza wa Jalla mengecualikan orang-orang yang disebutkan dalam ayat tentang bolehnya mereka melihat perhiasan dan anggota tubuh yang biasanya sebagai tempat perhiasan juga anggota wudhu seorang wanita muslimah. [aw]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.