Pesta Pernikahan, Antara Tawa, & Air Mata

 

, Pesta Pernikahan, Antara Tawa, & Air MataOleh: Yusuf

Menghadiri undangan pernikahan adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Hal ini tersurat dalam sebuah hadis Rasulullah Saw.

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian diundang ke acara walimahan (resepsi pernikahan), maka hendaknya dia datang,” (HR. Al-Bukhari no. 4775 & Muslim no. 1429).

Bahagia sekali rasanya ketika menyaksikan dua insan yang dimuliakan Allah itu bersatu dalam sebuah janji yang kokoh (mitsaqan ghaliza). Bagi keduanya, segala yang semula haram menjadi halal; segala yang semula menjadi dosa kini menjadi pahala, masya Allah. Indahnya pernikahan.

Namun, ketika melihat tangan sang ikhwan menjabat tangan wali sang akhwat dan mengikrarkan niat beserta janjinya di hadapan penghulu, tidak hanya rasa bahagia yang saya rasakan, namun juga rasa sedih yang menusuk ulu hati.

Malu benar rasanya, di usia yang kini hampir menginjak 25 tahun, saya masih hidup membujang. Saya khawatir mati dalam keadaan seperti ini, karena dalam sebuah hadis Rasulullah Saw. bersabda, “…Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang…,” (HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah).

Rabb, mudahkanlah, kuatkanlah, dan mampukanlah aku untuk menyempurnakan separuh agama yang kumiliki. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.