Pesta Pernikahan, Bolehkah Diadakan?

0

Pesta pernikahan adalah bentuk penyebaran berita kepada masyarakat. Rasulullah SAW bersabda, “Umumkan bertia tentang pernikahan” (HR. Tirmidzi).

Pada acara pesta, seseorang boleh membuat acara hiburan yang tidak mengandung unsur kemungkaran dan mengarah pada kebatilan. Misalnya, menabuh rebana yang dibarengi suara nasyid dan suara lain yang dianggap menyebarkan berita tentang pernikahan.

Dari Muhammad bin Hathib Ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Pembeda antara halal dan haram adalah memukul rebana dan nyanyian (yang dinyanyikan oleh anak-anak kecil) dalam pernikahan,” (HR. Ibnu Majah).

Dari Aisyah Ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Umumkanlah pernikahan ini dan jadikanlah di dalam masjid, dan pukullah rebana,” (HR. At-Tirmidzi).

Hal tersebut tidaklah harus dipermasalahkan karena kebiasaan ini telah berjalan semenjak zaman Rasulullah SAW dan orang-orang terbaik setelahnya.

Hiburan pada saat pesta bisa meredakan penat, lelah, dan letih pikiran serta membuat wajah berseri-seri dan hati berbunga-bunga. Inilah bagian dari karakteristik Islam yang selalu sesuai dengan tabiat dan kebutuhan jiwa manusia.

Namun sebuah pesta akan sangat dibenci oleh Allah manakala pesta tersebut dijadikan ajang maksiat dengan di isi lagu-lagu yang tidak bermoral. Dan hal lainnya yang dikategorikan sebagai tindakan yang negatif, yang jelas-jelas dapat menimbulkan dosa. [islampos]

Sumber: Cerdas Memilih Jodoh/karya: Zaenal Abidin bin Syamsudin/penerbit: al-Manar

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.