Pilih Model Bidadari Mana?

Islam adalah agama universal. Agama dari langit itu bukan hanya untuk anak yatim karena pembawa risalah tidak punya ayah, bukan pula hanya untuk orang Arab. Islam menaungi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang kasta. Islam milik orang kaya, miskin, berkulit putih dan hitam, bahkan budak juga ada.

Kehidupan generasi terdahulu yaitu para sahabiyah juga akan terus relevan menjadi acuan tingkah laku perempuan walaupun berbeda zaman. Ada Sumayyah bagi yang diuji Allah dengan kemiskinan. Anak gadis Amr bin Wahab ketauladanan menerima apa adanya jodoh yang Allah dan Rasulnya kehendaki, Asiyah contoh istri dengan kondisi suami kafir dan membangkang kepada Allah.

Ada Khadijah binti Khuwailid bagi yang bersuami shalih namun tetap ikut berlomba dalam memberikan kontribusi manfaat bagi umat. Ummul mukminin itu yakin bahwa bukan amalan suaminya yang bisa mengantarkan kepada surga dan berjumpa dengan Allah, tapi amalan dirinya sendiri. Karena bagaimana mungkin amalan kita dilakukan orang lain kecuali kita sendiri yang melakukannya.

Mariyam binti Imran sosok suci yang dianugerahi bayi tanpa ayah, setidaknya ia sebagai tauladan bagi para janda yang memiliki anak. Beliau tetap menjaga kehormatannya walaupun sendirian mengasuh anaknya tanpa suami. Ada Sarah dan Hajar bagi yang dipoligami, keduanya tetap hidup rukun serta tidak saling menjatuhkan. Nabi Ibrahim bukan karena dihasut Sarah hingga ia mengantarkan Hajar dan Ismail ke gurun pasir yang tandus, melainkan Ibrahim melakukannya atas perintah Allah. Jadi hubungan antara kedua istri tetap harmonis.

Aisyah binti Abu Bakar sebagai contoh perempuan yang rajin menuntut ilmu. Saat kita kupas tuntas sejarah kehidupan para perempuan shalih di setiap zaman, tentu kita akan menemukan ketauladanan tiada tanding yang patut kita ikuti. Sehingga suatu saat nanti, tidak ada alasan bagi kita untuk durhaka kepada Allah dan Rasul Nya.

Semua model bidadari ada dalam sejarah Islam. Tinggal kita ikuti langkah heroik mereka sesuai dengan kondisi yang dialami para perempuan. Mereka itulah sosok bidadari sesungguhnya. Mereka yang dengan sekuat tenaga berusaha selalu menemui Allah dalam setiap amalan baik. Dan Allah tidak menemukan mereka dalam kemaksiatan.

Calon bidadari surga adalah semua perempuan shalih yang masih hidup di dunia ini, karena ketika mereka wafat disitulah mereka menjadi bidadari yang selama ini dihayalkan. Kenikmatan yang tidak akan sanggup terlintas oleh mata, kemerduan suara yang tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh pikiran. Itulah surga, tempat abadi yang Allah janjikan.

Jadi kita pilih yang mana? []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.