Pilih Sekolah Negeri atau Swasta?

0

Jelang tahun ajaran baru kita sudah jauh-jauh hari memilih sekolah swasta dan sebagian dari kita hanya menunggu pengumuman pembukaan pendaftaran dari sekolah Negeri yang tak jauh dari rumah.

Setiap orang tua sudah pasti menginginkan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Berbicara tentang pendidikan di sekolah, tentu kita akan memberikan pendidikan yang layak bagi mereka, bukan begitu? Tentu sahabat Ummi memahami bahwa sekolah terbaik itu bukan berarti sekolah termahal melainkan sekolah yang nyaman dan tepat bagi mereka.

Kebanyakan orang tua bingung dan bahkan bimbang karena masuk sekolah jaman sekarang tidak sesederhana dulu. Polemik pun terjadi, beberapa pemikiran dan pertanyaan orang tua ketika akan memilih sekolah; Negeri atau swasta? Masuk SD usia 7 tahun atau 6 tahun? Fullday atau reguler? Sekolah umum atau agama? Kadang hal-hal tersebut membuat orang tua bepikir ulang ketika akan memilih sekolah yang tepat bagi anak-anaknya.

Sahabat Ummi, sudahkan kita mencari informasi mengenai sekolah negeri dan swasta? Setiap sekolah  tentu memiliki keunggulannya masing-masing. Pastikan bahwa sekolah yang dipilih memang tepat untuk anak kita.

1.Sekolah Negeri

Indonesia sudah menerapkan aturan Wajib Belajar 9 Tahun, sejalan dengan program tersebut pemerintah menyediakan pendidikan Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Menengah Pertama gratis bagi siapa saja tanpa terkecuali. Hal ini tentu menjadi alasan utama mengapa banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di Negeri.

Menyekolahkan anak di sekolah Negeri tentu menjadi pilihan yang baik, dengan program kurikulum yang dibuat pemerintah, ditambah subsidi yang akan meringankan beban biaya pendidikan, serta jadwal yang tidak terlalu padat, ini semua alas an bagi para orang tua menyekolahkan anaknya di Negeri.

Untuk yang baru akan memilih sekolah dasar, anak akan diterima di SD Negeri apabila sudah mencapai tahap kematangan usia biasanya sekitar 7 tahun. Sebaiknya anak yang bersekolah di negeri harus sudah siap dan mandiri, karena seorang guru akan menagani rerata satu kelas terdiri dari 30-40 siswa.

Beberapa orang tua yang telah menyekolahkan anaknya di sekolah Negeri, tidak memahami kebutuhan anak, perlu dipahami bahwa umur yang memadai seperti sudah 7 tahun tidak bisa menjadi acuan anak bisa disekolahkan di Negeri. Beberapa kasus pun ditemui, salah satunya adalah seorang anak dinyatakan diterima sebagai siswa Sekolah Negeri, namun sejalan dengan waktu didiagnosa bahwa anak tersebut setelah diperiksa tenyata anak tersebut disleksia, bahkan kasus lain adalah orang tua memaksakan anaknya sekolah padahal jelas bahwa anak tersebut “spesial” (Anak Berkebutuhan Khusus). Masalah ini sering kali ditemui, terpaksa anak putus sekolah atau pindah. Sekolah Negeri tidak mengadakan psikotes sehingga hal-hal khusus pada anak terabaikan.

Sahabat Ummi, sebagai orang tua kita tidak boleh egois, disabilitas pada anak tidak lantas membuat kita menyerah. Saat ini pun sudah ada beberapa Sekolah Negeri Inklusi yang menyediakan helper dan expert bagi ABK, walaupun masih sangat sedikit.

2.Sekolah Swasta

Sekolah swasta kini berkembang pesat. Setiap sekolah saling berlomba dalam hal fasilitas, sistem pendidikan, tenaga ahli, dan keunggulan lainnya. Sebagian besar sekolah swasta menerapkan sistem fullday dan menawarkan ekstra kurikuler yang beragam yang dapat disesuaikan dengan minat murid.

Sekolah swasta dengan basis agama juga sudah sangat berkembang baik. Dulu mungkin sekolah berbasis Islam memang tidak banyak, namun saat ini baik MI maupun SDIT swasta dikemas dengan sistem pendidikan yang lebih menarik, modern, dengan mengutamakan norma dan kaidah Islam.

Sahabat Ummi, tentu kita tahu betul kebutuhan pendidikan anak-anak kita. Sekolah fullday menawarkan anak  berada di lingkungan pendidikan yang baik, belajar, bermain, dan berkembang di lingkungan dengan pengawasan pengajar ataupun pengawas di sekolah. Sekolah dengan basis agama Islam banyak dipilih karena tujuh tahun kedua usia anak (kelas 1-6) merupakan titik awal membangun pondasi agama pada pribadi dan diri anak.

Selain menanamkan agama di rumah, lingkungan sekolah adalah pilihan dimana agama harus diutamakan. Sekolah swasta biasanya melakukan testing atau wawancara dengan psikolog sebelum menerima calon siswa-siswinya. Hal ini dilakukan agar pendidik mengetahui psikologi setiap anak. Untuk SD swasta biasanya sekolah tidak mematok anak harus 7 tahun, apabila anak sudah cukup matang dan mampu mengikuti kegiatan sekolah maka  mereka akan menerima anak tersebut. Sekolah swasta biasanya per kelas terdiri dari 10 sampai 20 murid, ini diterapkan untuk efektifitas pada saat belajar dan pemantauan. Psikolog di sekolah swasta juga dimaksudkan untuk mendeteksi dini apakah calon murid merupakan anak spesial.

Biaya yang dikeluarkan di sekolah swasta memang lebih mahal, namun banyak juga sekolah swasta yang terjangkau. Hal ini pun sejalan dengan fasilitas atau program dan tenaga pendidik yang ditawarkan. Perlu diketahui bahwa beberapa sekolah swasta memiliki program penawaran sekolah bagi mereka yang kurang beruntung. Jadi sekolah swasta pun bisa untuk siapa saja.

Sahabat Ummi, pada intinya memilih Sekolah Negeri atau Swasta itu tergantung kepada kebutuhan dan kemampuan anak. Ingat bahwa perkembangan dan kematangan anak tidak bisa dipaksakan. Sekolah merupakan hak anak dan menyekolahkan adalah kewajiban kita sebagai orang tua. Pendidikan dapat mengantarkan masa depan anak ke arah yang lebih baik.

source : ummi

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline