Plus-Minus Punya Khadimah

, Plus-Minus Punya Khadimah

Tidak seperti zaman ibu-ibu kita dahulu, tuntutan hidup hari ini menyebabkan kebanyakan wanita berkeluarga terpaksa bekerja demi membantu keluarga. Sekurang-kurangnya dengan isteri terlibat, beban rumah tangga bisa terkurangi.

Namun, ketika isteri sudah mulai keluar bekerja, maka tugas-tugas rumah tangga seperti menjaga anak, membereskan rumah, memasak dan sebagainya pastinya sedikit terganggu.

Bagi sebagian wanita yang sudah berkeluarga, mereka memilih untuk menitipkan anak-anak ke pusat penitipan anak atau ke rumah pengasuh, dan tugas-tugas rumah yang lain seperti beres-beres rumah, mencuci baju dan memasak dilakukan sendiri. Namun yang pasti, sukar juga untuk memastikan semuanya beres, apalagi lagi saat pulang bekerja, hari sudah merangkak senja. Letih seharian di kantor, pastinya membuatkan urusan rumah agak terabaikan.

Tidak heran jika kemudian khadiman (pembantu rumah tangga) menjadi salah satu pilihan.

Bukannya tidak mempunyai pilihan lain, namun penyelesaian cara ini yang paling memungkinkan terutama sekali kepada mereka yang mempunyai banyak anak. Dengan adanya pembantu rumah, selain menjaga anak-anak, tugas-tugas rumah tangga yang lain akan lebih terurus.

Namun, apakah khadimat ini benar-benar membantu atau pun sebaliknya? Sudah banyak cerita yang tidak enak mengenai pembantu rumah pernah kita dengar. Namun, di sisi lain, banyak juga yang memuji khadimat ini karena dengan bantuan mereka, segala urusan rumah tangga berjalan lancar.

Sebenarnya, dalam hal ini, hanya majikan yang bisa membuat penilaian terhadap pembantu rumah tangga apakah benar-benar membantu atau sebaliknya. Jika pembantu rumah itu memenuhi jangkaan majikan terhadapnya dan membantu menyelesaikan masalah, maka ia adalah penyelamat. Sebaliknya, jika ia tidak memenuhi jangkaan majikan dan lebih banyak menimbulkan masalah, ternyata ia adalah pembuat masalah juga.

Jadi dalam hal ini jelas, khadimat mempunyai kebaikan dan keburukan tersendiri.

Pembantu rumah tangga yang bisa dipercayai dan banyak membantu melancarkan urusan rumah tangga tentu saja tidak akan dipermasalahkan. Yang patut jadi perhatian, ada beberapa kasus seperti melarikan diri, mencuri, mengadu kepada tetangga dan kawannya mengenai mereka dizalimi sedangkan tidak demikian adanya, menggunakan telepon sehingga tagihan membengkak, memukul anak majikan, tidak menjaga anak majikan dengan baik dan sebagainya adalah masalah yang harus dihadapi.

Oleh karena itu, perlakukanlah pembantu rumah tangga dengan sewajarnya karena secara tidak langsung kita juga sebenarnya sedang mengajar anak-anak kita bagaimana menjalin sebuah hubungan antarsesama. []

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.