Potong Rambut dan Kuku Ketika Berhadast Besar atau Haid

, Potong Rambut dan Kuku Ketika Berhadast Besar atau Haid

Memotong kuku, membersihkan rambut di sekitar kemaluan, atau mencabut bulu ketiak termasuk sunnah-sunnah fitrah. Hal ini disebutkan oleh riwayat yang shahih dari rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Syariat ini berlaku untuk umum bagi laki-laki dan perempuan dalam segala keadaan, baik suci maupun berhadats.

Baca Juga

Ini Dia Tata Cara Wudhu Sesuai Tuntunan Rasulullah

Berbeda halnya jika seseorang dalam keadaan ihram (haji atau umrah). Dalam keadaan ihram, lelaki atau perempuan, suci atau berhadats, dilarang dengan sengaja menggunting kuku atau mencukur rambut.

Walhasil, seseorang wanita yang sedang haid, nifas atau berhadats besar lain, tidak ada halangan untuk melaksanakan sunnah fitrah ini. Tidak ada dalil yang melarangnya. Silahkan menggunting kuku atau membersihkan rambut walaupun masih dalam keadaan haid, nifas atau janabah.

Perlu diingatkan di sini tentang anggapan atau keyakinan sebagian orang bahwa wanita haid atau nifas tidak boleh menggunting kuku atau rambutnya selama haid; jika dia lakukan, kuku dan rambut yang telah diambil harus dikumpulkan untuk dimandikan (dicuci) bersama saat mandi besar (mandi janabah). Anggapan ini keliru karena tidak dilandasi oleh dalil. [qanita]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.