Rokok Bunuh Pelan-pelan Bangsa Sendiri, Kampanye Kondom ‘Bunuh’ Moral Bangsa Sendiri

0

, Rokok Bunuh Pelan-pelan Bangsa Sendiri, Kampanye Kondom ‘Bunuh’ Moral Bangsa Sendiri

Oleh: Fitra Arifin

Menurut data WHO, jumlah perokok di Indonesia adalah ketiga terbesar di dunia yang menyebabkan kematian akibat kebiasaan merokok hingga 400.000 orang per tahun.

Negara-negara maju sudah melarang iklan rokok di manapun dan mengambil bea cukai yang “selangit”. Orang yang diragukan umurnya harus menunjukkan bukti bahwa dia berumur lebih dari 18 thn utk bisa membeli rokok. Di Indonesia harga rokok malah semakin murah, bisa diketeng dan bisa dibeli semua umur.

Pemerintah di negara maju memberlakukan peraturan yang sangat ketat dan keras soal peredaran rokok. Di Indonesia beberapa pasal dalam UU Tembakau bisa “hilang” tanpa diketahui siapa yang menghilangkan…Undang-undang lho ini..

Hanya di Indonesia, orang terkayanya karena bisnis rokok.

Hari Tanpa Tembakau hanya 1 hari, itupun kurang terdengar gaungnya dan hanya beredar di orang-orang yang TIDAK merokok.

Pekan Kondom Nasional berlaku sepekan (7hari), bahkan bisa dilanjutkan karena itu bus bergambar Julia Peres terus keliling ke kampus-kampus.

Bu Menteri bilang bahwa penularan HIV lebih banyak disebabkan karena PSK perempuan tidak bisa memaksa konsumennya untuk memakai kondom (BBC Indonesia). Kalau demikian, kenapa kampanye kondom justru lebih banyak ke kampus-kampus?

Bukannya saya tidak menyadari bahaya HIV/AIDS, cuma rasanya koq pemerintah kita masih ‪salah prioritas‬ dalam penanganan masalah kesehatan.

Dokter-dokter demo untuk perbaikan sistem kesehatan  akan “dibunuh pelan-pelan”.

Industri rokok dibiarkan menggurita  “membunuh pelan-pelan” bangsa sendiri.

Kampanye kondom nasional, ”membunuh pelan-pelan” moral bangsa sendiri. []

 Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.