Saat Turun Hujan Waktu Mustajab, Perbanyaklah Do’a (2-Habis)

Maka air hujan yang turun dari langit ini adalah air penuh berkah. Yakni banyak mengandung kebaikan. Ia bisa menyucikan bumi dari kotorannya, membersihkan badan dari kotoran debu dan najis. Ia adalah air suci secara dzat dan menyucikan yang lain.

“Air hujan yang turun dari langit ini adalah air penuh berkah. Yakni banyak mengandung kebaikan”.

Kita lihat dalam sunnah, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sangat berharap banyak kebaikan pada hujan yang Allah turunkan. Beliu berdo’a saat melihat hujan yang lebat,

“Ya Allah, jadikan hujan ini hujan yang membawa manfaat kebaikan,” (HR. Al-Buhari, dari hadits ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha).

Dalam riwayat Muslim, dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, “Dan apabila beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melihat hujan, beliau membaca: rahmah (ini adalah rahmat), (HR. Muslim).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga pernah menyibakkan bajunya agar tubuh beliau terkena air hujan. Saat beliau ditanya tentangnya, beliau menjawab:

“Karena sesungguhnya hujan ini baru saja Allah Ta’āla ciptakan,” (HR. Muslim).

Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi, karena hujan adalah rahmah. Baru saja diciptakan oleh Allah Ta’ala, maka beliau meminta berkah melaluinya. Caranya dengan membasahi sebagian badan beliau dengan air berkah ini.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga mengajarkan agar memuji Allah ‘Azza Wa Jalla, “Kami diberi hujan dengan karunia Allah dan rahmat-Nya,” (Muttafaq ‘Alaih).

Selain itu, beliau juga mengajarkan agar berdo’a kepada Allah dan meminta kebaikan kepada-Nya saat turun hujan. Karena saat itu termasuk waktu yang mustajab. Maka dianjurkan bagi setiap muslim memperbanyak pada waktu tersebut.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Carilah pengabulan do’a pada saat bertemunya dua pasukan, pada saat iqamah shalat, dan saat turun hujan,” (HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak: 2/114 dan dishahihkan olehnya. Lihat Majmu’ fatawa: 7/129. Al-Albani menghassankannya dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 1469 dan Shahih al-Jami’ no. 1026).

“Berdoa kepada Allah dan meminta kebaikan kepada-Nya saat turun hujan. Karena saat itu termasuk waktu yang mustajab”.

Dalam Shahih al-Jami’ Al-Shaghir yang berstatus hasan, disebutkan redaksi yang lain, “Dua kondisi yang tidak akan ditolak doa; saat adzan dan di bawah guyuran hujan”.

Menurut al-Munawi, maksudnya adalah tidak ditolaknya do’a di bawah guyuran hujan, atau jarang sekali ditolak. Karena saat itu adalah waktu turunnya rahmah. [vi]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.