Seandainya Kita Bisa Seperti Power Bank…

 

, Seandainya Kita Bisa Seperti Power Bank…Oleh: Esti Prastyani

Apa yang ada di benak Anda ketika listrik padam cukup lama, atau Anda berada di perjalanan jauh tapi seluruh handphone dalam kondisi lowbat? Padahal Anda harus terus berkomunikasi dengan keluarga atau relasi bisnis.
Jika Anda memiliki baterai ‘serep’ tentunya kondisi seperti ini tidak akan menjadi masalah. Tapi, jika baterai serep juga tidak dimiliki, tentunya ketidaknyamanan akan Anda rasakan.
Anda akan berpikir: “Seandainya aku punya power bank, pasti semuanya akan mudah teratasi.”

(Apa yang ada di benak Anda tidak berbeda dengan yang aku pikirkan)

Benar! Keberadaan power bank tentunya akan sangat membantu aku & Anda dalam kondisi seperti itu.
Tapi, pernahkah melintas dalam benak kita seandainya kita bisa seperti power bank?
Ini juga yang muncul di benakku saat mencermati power bank yang tergeletak di hadapanku.

– ✽ ✽ ✽ –

Aku memiliki power bank itu sebagai pemberian seorang kawan baik.
“Saya kebetulan punya power bank dua, jadi power bank ini untuk mbak esti aja. Jadi, klo mbak esti pas di jalan & handphone lowbat semua, bisa gunain power bank itu,” ujar kawan itu kepadaku saat memberikan power bank itu, beberapa bulan lalu.
Betapa senangnya aku saat mendapatkan power bank itu. Dan kini aku benar-benar bisa merasakan manfaat power bank itu saat ‘kondisi darurat’.

– ✽ ✽ ✽ –

Sore ini, saat aku dalam perjalanan pulang tiba-tiba terlintas di pandanganku power bank yang siang tadi sempat aku ‘isi ulang’ power-nya sembari aku ‘sambi’ menggarap ketikan-ketikan di komputer.
Saat masih ada usia (= kondisi on) power bank dapat selalu memberikan manfaat bagi mereka yg membutuhkan power-nya supaya bisa menggunakan handphone-nya untuk berkomunikasi dalam berbagai hal.
Dan saat power-nya lemah, bisa segera di-charge supaya bisa kembali terisi & ‘bersemangat’ membantu mereka yg membutuhkan.
(Mungkin) saat listrik tidak padam, kita bisa men-charge handphone, i-phone, ipad, MP4, & lainnya. Bahkan, kita hanya akan memandang sebelah mata power bank, karena merasa tidak memerlukannya. Meskipun diabaikan, power-nya tidak akan berkurang meski tidak digunakan.

– ✽ ✽ ✽ –

Seandainya kita bisa seperti power bank… Memberikan manfaat kepada sesama sepanjang usia yang diberikan-Nya.
Dan saat usia kita semakin redup (=senja), ‘power’ (=semangat) untuk memberikan manfaat kepada sesama tidak pernah hilang.
Kalau pun semangat itu mulai berkurang, maka ‘charger’ yang tepat adalah kembali mengingat-Nya. Dengan mengingat-Nya maka tebaran manfaat untuk sesama akan terus kita lakukan.
Aku jadi teringat pesan bijak seorang teman baik:
“Seperti halnya power bank yang kadang diabaikan saat tidak diperlukan, maka kita pun akan merasakan suatu kondisi dimana keberadaan kita tidak diperlukan atau dipandang sebelah mata. Seolah kita hanya dibutuhkan saat kepepet (kondisi darurat). Orang lain mendekati kita hanya saat butuh. Setelah semua keinginannya/ kebutuhannya terpenuhi, maka kita diabaikan atau bahkan difitnah/ dijatuhkan. Tapi, janganlah berhenti untuk terus menebar manfaat kepada siapa pun. Termasuk kepada orang-orang yang memandang kita dengan sebelah mata, meremehkan kita, bahkan menjatuhkan kita. Dan jangan meminta balasan atas segala kebajikan yang telah kita perbuat kepada orang lain, meskipun orang itu menistakan kita sekalipun. Yakinlah bahwa Alloh pasti ‘maha mencatat’ semua kebajikan yang telah kita lakukan. Biarkan orang lain menistakanmu, karena Alloh yang maha mengangkat derajatmu.”

– ✽ ✽ ✽ –

Semoga Alloh swt selalu anugerahkan kita usia yang berkah, harta yang berkah, ilmu yang berkah, & hidup yang berkah.
(Dan) semoga kita bisa seperti power bank. (✽)

– ✽ ✽ ✽ –

Tegal, 5 Juni 2013

Saat menyelesaikan ketikan sembari menunggu power bank terisi penuh…
(✽ Kepada seorang kawan baik yang sudah memberiku satu power bank-nya: Terima kasih, kawan. Aku yakin, setiap aku gunakan power bank ini pasti pahala-Nya akan menyertaimu. Aamiin…)

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.