in

Seberapa Penting Fiiqih Tentang Wanita?

Di mata umat, persoalan fiqih wanita tampaknya memang tak segegap dan setenar pembahasan fiqih lainnya. Salah satu contohnya adalah masalah fiqih wanita tentang darah haidh atau nifas. Padahal, perkara tersebut  sangat dekat dan sering terjadi didalam keseharian wanita.

Seorang wanita yang telah baligh dan normal kesehatannya pasti akan mengalami dan mendapati yang namanya masa menstruasi atau datang bulan. Darah menstruasi itu pertanda seorang wanita menganjak menjadi wanita dewasa.

Maka semestinya persoalan fiqih wanita yang semacam ini tidak bisa dilupakan dan tepikan begitu saja. Bahkan seharusnya hal itu dirasakan sebagai sebuah perkara yang fundamental karena itu akan erat kaitannya dengan praktik ibadah wanita, terlebih yang mengaku sebagaiwanita sholehah.

Fiqih Wanita dalam al quran dan sunnah

Hadits tentang wanita yang berkaitan masalah fiqih wanita ini sangat banyak, salah satu contohnya adalah perkataan rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam dalam masalah haidh,

Dari Asma radhiallahu ‘anha bahwasanya dia berkata, “Ada seorang wanita yang menemui Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam kemudian bertanya, ‘Seorang wanita pakaiannya terkena darah haid, apa yang harus dia perbuat?’ Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam menjawab, ‘Hendaknya dia mengeriknya, menguceknya dengan air, kemudian mencucinya. Lalu shalatlah dengan memakai pakaian tersebut.” (Hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Maka dari sini di ketahui bahwa darah haidh wanita itu najis. inilah salah satu bentuk dari fiqih wanita yang perlu di ketahui dan di pelajari oleh seorang wanita. Terlebih lagi jelas dalam firman allah subhana wata’ala yang mengatakan :  “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah, ‘Haidh itu adalah suatu kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati (mencapuri) mereka, sampai mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Al Baqoroh:222)

Kalau seandanya di sisi seorang  tidak memahami  sedikit bayaknya tentang fiqih wanita bisa kita bayangkan sendiri apa dampaknya terlebih mereka kaum hawa. []

 

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Tiga Kesalahan Dalam Mengatur Keuangan

Hukum Fantasi Seks Dalam Islam