Semua Tentang Ana

0

 

, Semua Tentang AnaOleh: Rima Rahmawati

“Tidak akan masuk surga, orang yang memutuskan tali silaturahmi”

Siapa yang tahu semua ini akan berakhir seperti ini. Pertemanan kita. Persahabatan yang telah kita jalin dalam kurun waktu yang tak terbilang singkat, kini kandas hanya dalam hitungan menit. Tak bisa-kah kau memberikan ku waktu sebentar untuk menjelaskan semuanya? Agar semua ini tak berakhir konyol seperti ini.

Jujur, masih terlukis indah dalam ingatanku tentang dirimu. Tentang semua yang telah kita lalui berdua. Masa-masa yang mungkin tak bisa terulang lagi saat ini. Sungguh sulit bagiku untuk membuangnya begitu saja. Bahkan sedikit melupakannya pun aku tak sanggup.

Kau, yang selalu menjadikan “Kodok” sebagai hewan favoritmu. Biru, sebagai warna kesukaan mu. Always smile, as your quote. Ah. Semua itu masih terekam jelas dalam pikiranku. Dan kau tahu, aku selalu memikirkanmu.

1001 canda belum tentu mengukir 1 tawa
1001 opini belum tentu temukan 1 solusi
1001 puisi belum tentu taklukan 1 hati

Kata-kata itulah yang kau tulis di biodatamu sewaktu kita SMA. Kau tuliskan juga arti “Cinta” menurut versi mu didalamnya. Bahkan kau pernah menuliskan sebuah puisi indah untukku, saat aku milad. Masihkah kau mengingatnya? Akankah kau mengenang semua itu?

Regelana Sirius Linelia Laevergata Dzulhijjah, adalah nama yang kita sepakati sebagai nama-mu. Mungkin, sekarang terdengar lebay ya. ^-^ Namun tak apa. Aku selalu menyukainya. Aku tak bisa menceritakan dari awal tentang asal usul nama itu. Karena aku tak mengetahui semuanya.

Regel, yang di ambil dari salah satu nama bintang berwarna biru. Ana, singakatan dari nama asli. Dan Dzulhijjah adalah bulan kelahiran. Yang sisanya, hanya kamu yang tahu, Na (itulah panggilannya). Sempat kau ceritakan, namun aku tak menyimaknya begitu dalam, yang pasti ada kaitannya dengan “Kodok”.

Kau tahu, Na. Aku selalu menantikan hal itu. Menantikan kau akan memberikan waktu itu. Dimana aku bisa menceritakan semua hal, menjelaskan semuanya. Jikapun tidak demikian, aku akan selalu berusaha untuk membuktikannya. Hingga nanti, kau tahu. Kau tahu, bahwa kamu sangat berharga bagiku.

Tulisan ini spesial aku buat untuk mu, yang selalu ku rindu. (Regelana Dzulhijjah)

Juvi. []

 Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.