Setia terhadap Suami

, Setia terhadap SuamiSetia bukan berarti selingkuh tiada akhir, seperti pandangan masyarakat zaman sekarang. Tapi, tetap berbakti dan mendampingi kepada pasangan hidup Anda, baik saat dia kaya atau miskin, itulah yang dimaksud dengan setia. Kalau hubungan Anda mau bahagia, setialah terhadap pasangan Anda.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setia dengan janji (termasuk akad nikah) adalah sebagian dari iman,” (Hakim, Baihaqi).

Baca Juga

Ini Dia Tata Cara Wudhu Sesuai Tuntunan Rasulullah

Nabi SAW bersabda, “Tiga hal tergolong kebahagiaan, yaitu: istri yang bila kau pandang menyenangkan, apabila kau tinggal pergi engkau merasa yakin akan kesetiaannya. Dan tiga hal yang tergolong kesengsaraan, yaitu: istri yang apabila engkau pandang menjemukan, lisannya selalu mengumpatmu, dan jika engkau pergi tidak merasa aman atas dirinya (khawatir khianat),” (Hakim).

Mengenai hal ini ada suatu kisah, bahwa Aisyah berkata, “Ketika ahlu Makkah ditawari untuk menebus tawanan-tawanannya, diutuslah Zainab binti Rasulullah SAW untuk menebus suaminya Abul ‘Ash bin Rabi’ dengan hartanya. Dengan membawa kalung perhiasan milik ibunya Khadijah, ia pun masuk membawa kalung itu untuk menebus Abul ‘Ash. Ketika Nabi SAW melihatnya, beliau sangat terharu, dan berkata, ‘Bagaimana pendapat kalian jikalau ia dibebaskan dan tebusannya dikembalikan kepada Zainab.’ Mereka menjawab, ‘Boleh.’ Maka Nabi membawanya dan menjanjikan untuk membiarkan Zainab bertemu suaminya. Lalu Beliau SAW mengutus Zaid bin Haritsah dan seorang Anshar sambil berkata, ‘Aku harap kalian terus berada di Banu Yajuj hingga Zainab melewati kalian berdua.’ Akhirnya mereka berdua mendampinginya dan datang bersama Zainab,” (Abu Dawud). [st]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.