Setiap Manusia Punya Jin Pendamping (Qarin) (1)

, Setiap Manusia Punya Jin Pendamping (Qarin) (1)Orang yang kesurupan, pasti kita mengira ia sedang kerasukan setan. Betul kan? Padahal, bukan setan tapi jin. Nah, jin ini adalah pendamping orang-orang yang sudah meninggal. Jin ini ada yang baik dan ada yang jahat layaknya seperti manusia. Sedangkan jin yang jahat ini disebut qarun.

Secara bahasa ”qarin” berarti teman atau pasangan. Karena itu qarin sering diartikan sebagai teman yang selalu mendampingi kita kapan saja kita berada.

Layaknya teman, ada yang baik dan ada yang buruk. Begitu juga dengan qarin, ia kadang memiliki pengaruh baik pada kita kadang juga memiliki pengaruh buruk pada kita. Tetapi pengaruh kita sebagai manusia lebih tinggi dibandingkan pengaruh qarin terhadap kita.

Qarin sudah ada sejak kita lahir. Karena itu , ada yang mengistilahkan qarin itu pasangan kembar kita. Hanya saja ia bentuknya ghaib dan tak terlihat. Sebagai pasangan yang selalu mengikuti kita kemana saja, sudah pasti ia tahu betul apa yang kita kerjakan semasa hidup. Sehingga qarin bisa menyampaikan keinginan-keinginan yang ingin disampaikan almarhum/almarhumah saat hidupnya yang belum sempat terucap.
Keberadaan qarin dalam tubuh kita dipertegas oleh hadist nabi riwayat Abdulah bin mas’ ud. Dalam hadist tersebut disebutkan bahwa rasullulah bersabda “ tidak ada seorangpun diantara kalian yang tidak ditunjuknya jin pendamping (Qarin)“. Para sahabat bertanya “termasuk anda, ya Rosulullah?”

“Ya,” jawab nabi. “Hanya saja aku mendapat pertolongan Allah, sehingga jin pendampingku masuk islam, dan ia tidak pernah mengajak ku kecuali yang baik-baik”.

Konon jin (Qarin) yang mendampingi nabi itu bernama Habib al-Hudadan ia beragama Islam. Disinyalir jin nabi ini masih hidup hingga sekarang. Dan tinggal di baqi’. Disana ia memiliki majelis dakwah, yang kerap kali didatangi oleh jin-jin lainnya yang beragama islam. Jadi layaknya manusia, jin juga memiliki tempat untuk belajar dan mengajar.

Dalam al-quran sendiri perkataan qarin disebutkan dalam surat Zukhruf (43) : 36, barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi qarin, dan sesungguhnya mereka benar-benar menghalangi mereka dari jalan dan mereka menyangka bahwa mereka mendapatkan petunjuk.

Menurut Prof. Dr. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Mishbah, penggunaan bentuk tunggal bagi kata qarin dalam ayat di atas mengisyaratkan bahwa setiap orang yang enggan mengikuti tuntunan agama akan memiliki qarin. Ini terjadi bagi perorangan, bukannya sekelompok yang memperoleh satu qarin secara bersama-sama.

Artinya dalam setiap tubuh manusia pasti ada qarinnya. Ia akan mempengaruhi orang yang didampinginya itu kepada jalan yang sesat. Bagi yang tidak memiliki iman, akan tersesat. Sebaliknya, bagi seseorang yang beriman maka akan dapat menepis godaan qarinnya.
BERSAMBUNG

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat
2 Komen
  1. Ali Mas'ut berkata

    jadi penasaran sambungannya …

  2. Deni berkata

    bagus juga
    tapi sayangnya tidak komplit
    ada ismar, fatruk, qarin, baqha
    sedangkan yang diceritakan hanya qarin
    lantas di mana sisanya
    karena itu adalah 4 sekawan yang selalu bersama-sama menemani manusia selama hidup
    bisa gak mewedarkan itu
    monggo…

Ruangan komen telah ditutup.