Setiap Manusia Punya Jin Pendamping (Qarin) (2-Habis)

, Setiap Manusia Punya Jin Pendamping (Qarin) (2-Habis)Kata qarin juga disebut dalam surat Qaf (50) ayat 27, “Dan yang menyertai dia berkata (pula) “Ya Tuhan Kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan.”
Menurut Quraish shihab, surat Qaf (50) ayat 23, membicarakan tentang keadaan orang-orang kafir di hari kiamat yang telah menjadi korban godaan qarin. Qarin itu mempertunjukan kepada Allah tentang orang yang telah berhasil digodanya yaitu seperti orang kafir, dan ia pantas disiksa di neraka.

Allah pun lalu melemparkan orang-orang kafir itu kepada neraka seperti yang terlukis dalam ayat berikutnya dari surat Qaf ayat 24, Allah berfirman: ”Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala.”

Tetapi Qarin sendiri tak pernah mau bertanggung jawab atas dosa yang dipikul manusia atau siksaan yang diterima oleh orang yang sesat sehingga dimasukan ke neraka. Ini terlihat dari penjelasan ayat berikutnya dari surat Qaf ayat 27 tersebut, qarin mengelak bahwa itu bukan merupakan perbuatannya.

Seperti halnya manusia, qarin juga ada yang beragama Islam, ateis, kristen dan yahudi. Konon qarin yang non muslim ini bertengger di bahu kiri pada orang yang di dampinginya. Sebaliknya Qarin yang Muslim berasa di bahu kanan, Dia selalu membantunya untuk taat kepada Allah. Jika kita lupa shalat, dia mengingatkan dan membangunkan kita. Dia tidak pernah meninggalkan orang yang didampinginya kecuali ia sedang menggauli istrinya. Ketika sang suami isteri sudah masuk kamar dan pintu di tutup, maka qarin pun dengan sekejap sudah berada di mekkah untuk shalat di sana dan balik lagi dengan sekejap ke rumah muslim tersebut.

Tidak seperti manusia, qarin tidak dapat mati hingga hari kiamat. Sebab ia merupakan bangsa jin. Seperti bangsa jin lainnya, ia pun tidak bisa mati kecuali saat datangnya hari kiamat. Maka dari itu, ketika yang didampinginya meninggal, qarin kerap kali menampakkan wujudnya seperti diri orang yang dulu didampinginya.

Biasanya qarin itu berperilaku persis seperti orang yang didampinginya. Jika orang yang didampinginya adalah orang yang saleh maka ia akan berperilaku persis seperti orang itu, meskipun orang itu sudah meninggal. Karena itu kerap kali kita mendengar kisah-kisah tentang orang saleh yang sudah meninggal dunia, tetapi kita masih melihatnya sedang mengaji di masjid, beribadah dan sebagainya.

Sebagian orang menilai itu karena karomahnya. Padahal itu adalah qarin yang dulu mendampinginya ia akan persis melakonkan perilaku orang yang didampinginya saat masih hidup. Wallahu A’lam. [ia]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.