Seuntai Do’a Seorang Ibu

0

 

, Seuntai Do’a Seorang IbuOleh: Rima Rahmawati

Memang benar, jika membahas tentang yang namanya CINTA tak pernah ada bosannya. Namun sebagian anak sekarang mempersempit makna dari cinta tersebut. Sebagian mereka hanya memaknai CINTA hanya kepada kekasihnya saja. Padahal, definisi cinta itu sangatlah luas. Bisa cinta anak kepada orang tua, cinta kepada teman, atau bahkan cinta yang lebih agung yaitu cinta kepada Allah.

Begitupun dengan cara mengungkapkan cinta itu sebdiri. Kebanyakan orang menganggap kalau cinta itu harus di utarakan dengan kata-kata. Padahal, begitu banyak cara untuk mengungkapkan cinta. Bisa lewat perbuatan, atau bahkan do’a sekalipun. Nah, maka dari itu mari kita ulas salah satu kisah seorang ibu yang membuktikan cinta kepada putri kecilnya melalui do’a.

Dikisahkan hiduplah seorang wanita bersama putri kecilnya yang lucu. Mereka hanya hidup berdua, karena sang suami sudah meninggal tepat ketika sang putri dilahirkan. Sedih. Memang. Namun, di pikaran wanita itu, dia tak bisa terus menerus meratapinya. Harus cepat-cepat bangkit. Karena ada seseorang yang sangat membutuhkannya, yaitu putri kecilnya.

Hanya putrinya yang membuatnya kuat menjalani beratnya kehidupan. Meski dia harus berjuang seorang diri dalam mendidik putri kecilnya, namun dia yakin bahwa dia bisa menjadi ibu sekaligus ayah yang baik untuk putrinya. Dikarenakan putrinya lahir premature, maka dia membutukan perjuangan ekstra dalam merawat dan membesarkannya. Karena, putrinya sering sekali terserang penyakit.

Sempat suatu hari putrinya sakit hingga berminggu-minggu lamanya. Berbagai usaha untuk menyembuhkannya sudah dilakukannya. Namun kesembuhan tak kunjung datang. Keadaan putrinya malah bertambah buruk. Kesedihan, ketakutan, dan kekhawatiran akan keselamatan nyawa putrinya terus menerpa dirinya.

Dia ingin menjalani kehidupan bersama putrinya lebih lama lagi. Membesarkannya. Melihatnya tumbuh dewasa, menikah dan menimang cucu darinya. Begitu indah harapan yang sang ibu impikan. Namun, kini harapan-harapan itu terancam musnah. Hingga di sepertiga malam, ia terbangun. Lalu dia shalat. Dan berdo’a dengan khusyuknya.

“Ya Allah, hamba tau, putri kecilku itu adalah titipan dari-Mu yang mesti di jaga. Hamba sudah kerahkan segenap kasih sayang hamba dalam merawatnya, namun apalah daya jika Engkau menghendaki dia untuk sakit. Harapan hamba tiada lain hanyalah untuk bisa hidup bersamanya. Membesarkannya dan melihatnya tumbuh menjadi wanita tangguh.”

“Ya Rabb. Sungguh, hamba tak sanggup melihat dia tergeletak lemah di samping hamba. Jika memang sehat adalah yang terbaik untuknya. Angkatlah semua penyakit yang bersemayam di tubuhnya. Sembuhkanlah dia. Datangkanlah kesehatan untuknya, supaya dia bisa tersenyum kembali. Bercanda ria bersama hamba lagi. Menemani hari-hari hamba, yang sekarang terasa sepi karena tak ada senyumannya.”

“Namun, jika memang sakit adalah yang terbaik, maka jadikanlah sakitnya itu sebagai penggugur dosa baginya. Karena hanya Engkau-lah yang tahu mana yang terbaik bagi hamba-Nya.” Tak lupa, sang ibu sertakan “Aamiin” di ujung do’anya. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.