Shaum Yuk, Jadi Cantik Lho! (2-Habis)

, Shaum Yuk, Jadi Cantik Lho! (2-Habis)Potensi kebaikan pada manusia diperankan oleh satu kesatuan antara pikiran, rasa, dan tingkah laku. Di dalam tubuh kita pengatur segala tampilan dan fungsi biologis-sosial adalah gen yang terdapat dan terangkai di dalam molekul DNA. Gen diturunkan, diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya. Gen juga senantiasa diaktualkan, diperbaiki, dan beradaptasi dengan lingkungannya.

Sebagai suatu bagian integrative dari sebuah sistem wujud yang sempuran, maka gen dalam berikhtiar dan menjalankan tugasnya senantiasa patuh dan tunduk kepada entitas manusia yang menjadi khalifahnya. Gen dapat diatur ekspresinya oleh niat manusia, mengingat hadist Rasulullah sesungguhnya sebuah amalan tersebut bergantung pada niatnya. Kebaikan komunal yang maujud dalam bentuk ibadah wajib dan muamalah.

Ibadah muamalah tersebut diawali dengan snsitifnya perasaan (empati), cinta, dan takut yang terjaga hanya kepada Allah Swt. Gabungan ketiganya (peka, cinta, dan takut) jika ditata maka akan menghasilkan “misykat” atau qalbu yang jernih dan teramat lembut.

Gen amat berperan dalam mengatur produksi hormon-hormon yang menggugah cinta kepada Allah Swt dan kepada sesama, gen berperan pula dalam mengatur hormon-hormon yang membangkitkan ghirah/semangat/motivasi untuk memaksimalkan ikhtiar, gen pula yang bertanggung jawab untuk mengatur respons adaptif/kepekaan terhadap perubahan, dan menstimulasi kecerdasan dan kebijaksanaan.

Jika manusia berasal dari nutfah yang hina maka gen adalah alaqah yang sangat potensi. Gen kita akan menjadi gen yang lembut dan bersifat sosial jika kita melatihnya. Shalat dan shaum adalah latihan yang terbaik bagi gen kita sehingga secara refleks respons dari gen kita di setiap detik kehidupan akan mendorong kita untuk semata berbuat kebaikan di jalan Allah Swt. []

HABIS

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.