Shayma’a dan Bayinya

, Shayma’a dan Bayinya

Hari kedua Idul Fitri. Shayma’a, perempuan berusia 23 tahun, tengah berbadan dua ketika dihantam oleh bom udara Israel.

Saat itu, tanpa peringatan angkatan udara Israel dengan menggunakan pesawat tempur F16 menembakkan rudal ke rumah Ebrahim Al Shaikh Ali, suami Shayma’a.

Langit-langit semen rumah jatuh menimpa dirinya, dan perempuan ini langsung meninggal di tempat.

Setelah serangan itu, tim ambulans bergegas ke tempat kejadian. Mereka menemukan bahwa ada gerakan di dalam rahim Shayma’a.

Paramedis bergegas membawa wanita yang sudah meninggal ini ke rumah sakit. Tim enam dokter langsung melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan bayi.

Bayi perempuan itu lahir dengan sukses dengan luka kecil di bawah matanya karena prosedur yang tergesa-gesa.

Para dokter mengumumkan bahwa bayi perempuan itu memiliki kans 50 persen untuk bertahan hidup, tetapi harapan mereka pupus karena tidak tersedianya oksigen.

Pada saat kelahiran gadis perempuan itu diumumkan, keluarganya berharap gadis kecil itu akan tumbuh mengingatkan mereka tentang ibunya dan menjadi simbol kebrutalan agresi Israel terhadap warga sipil Palestina yang tak berdosa. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.