Siapa Sebenarnya Bangsa Yahudi? (1)

0

, Siapa Sebenarnya Bangsa Yahudi? (1)

Sekarang ini, Israel terus menggempur saudara-saudara kita di Jalur Gaza. Israel merupakan orang-orang Yahudi. Siapa sebenarnya bangsa Yahudi itu?

Pada masa kepemimpinan Nabi Musa Alaihissalam, umat Yahudi merupakan suku (qabilah) yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah 02:60, dan Surat al-A’raf 07:160. Dari keterangan tentang duabelas mata air, nampak-nya masing-masing putera Nabi Ya’qub membangun kelompok tersendiri. Di dalam Perjanjian Lama, KitabKejadian 49:28 dan Keluaran 24:04 dijelaskan bahwa Nabi Musa Alaihissalam membangun duabelas tugu di satu mezbah yang berlokasi di kaki bukit Torsina, sebagai lambang eksistensi duabelas naqib tersebut di depan.

Nabi Musa Alaihissalam menerima wahyu al-Kitab sebagai petunjuk bagi Bani Isra’il (al-Isra’ 17:02). Di antara isinya adalah larangan menyembah tuhan selain Allah, perintah berbuat baik kepada orang tua, kerabat, anak yatim dan kaum miskin, berbicara yang baik, mendirikan salat dan menunaikan zakat (al-Baqarah 02:82, bedakan dengan Ulangan 05:06-21 ).

Selain al-Kitab, mereka dianugerahi pula suksesi para rasul dari kalangan umat Yahudi, kebaikan dan keutamaan di muka bumi (al- Jasiyah 45:16 ). Namun dalam pelaksanaannya, aturan-aturan yang baik itu kurang mendapat perhatian disebabkan hati mereka yang kaku. Al-Qur’an memberikan gambaran tentang sifat dan sikap umat Yahudi yang negatif, yaitu : mempermainkan agama (al-Ma’idah 05:57), menjadikan al-Kitab hanya sebagai lambang dan kebanggaan saja (al-Jumu’ah 62:05 ), lebih berani mendustakan bahkan membunuh nabi (al-Ma’idah 05:70 ), merobah al-Kitab (al-Baqarah 02:75, al-Nisa’ 04:46), memalsukan agama (al-Baqa-rah 02:79), memanipulasikan informasi (al-Baqarah 02:174), suka khianat (-Baqoroh 02:64), suka melanggar aturan (al-Baqarah 02:65), konfrontatif (al-Baqarah 02:44 ), cenderung kepada kemusyrikan (al-Baqarah 02:92 ), sangat takut mati (al-Jumu’ah 62:07), bergelimang riba (al-Nisa’ 04:53 ), paling memusuhi umat beriman (al-Ma’idah 05:82 ) dan lain sebagainya.

Di saat mereka berada dalam kondisi lemah, sikap tersebut diselubungi dengan rapi dan mereka membentuk al-jam’iyat al-sirriyah, sebagaimana diistilah kan oleh Le Beaume dalam Le Koran Analyze, terj., 1955:354, yaitu gerakan bawah tanah, organisasi kamuflase, untuk menyebarkan kerusakan dan permusuh an (al-Mujadilah 58:08).

Menurut informasi al-Qur’an. genealogi Yahudi berpangkal dari Nabi Ibrahim Alaihissalam melalui puteranya Nabi Ishaq Alaihissalam, yang kemudian menurunkan Nabi Ya’qub Alaihissalam dengan duabelas puteranya. Kekeluargaan Yahudi bersifat patrialchal (Brandon, 1970 : 378 ), dan keyakinan tentang ketuhanan yang dianut, sesuai dengan yang termaktub di dalam al-Kitab adalah keyakinan monotheism.

Gerakan Yahudi berkembang dalam dua bentuk sesuai dengan kondisi nyata yang mereka hadapi, yaitu pada saat mereka mempunyai kekuatan yang cukup untuk tampil terbuka, gerakannya dilakukan secara terbuka, tetapi di saat mereka tertindas oleh kekuatan lain, gerakan itu tidak mandeg, tetapi berubah menjadi gerakan bawah tanah, yang dengan penuh kepercayaan mengembangkan kekuatan untuk bangkit sebagai gerakan terbuka.

BERSAMBUNG

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline