Siapa Sebenarnya Bangsa Yahudi? (2-Habis)

, Siapa Sebenarnya Bangsa Yahudi? (2-Habis)

Pada masa Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, di Yasrib (Madinah) gerakan bawah tanah ini diperankan oleh Banu Quraizah, Banu al-Nadir dan Banu Qainuqa’, yang kemudian karena gerakan itu tercium oleh umat Islam, kelompok itu dievakuasi (ijla’) dari kota Madinah. Banyak yang beranggapan bahwa evakuasi itu karena agama atau etnis, tetapi kenyataan sejarah menyatakan bahwa evakulasi dari Madinah karena kejahatan konspirasi untuk menjatuhkan Rasulullah, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang bisa saja sanksi seperti itu dijatuhkan kepada kelompok lain.

Namun, nampaknya di dalam al-Qur’an informasi tentang sikap dan prilaku umat Yahudi benar-benar disampaikan secara objektif . Di dalam al-Qur’an dinyatakan dengan tegas bahwa umat Yahudi tidak seluruhnya bersikap dan berprilaku negatif. Misalnya pernyataan yang tersebut di dalam Surat al-A’rof 07:162 menggambarkan bahwa yang mengubah perintah al-Kitab itu bukan seluruh umat Yahudi tetapi dinyatakan dengan ungkapan, orang-orang yang zalim di antara mereka… . Demikian pula pernyataan yang tersebut di dalam Surat al-Baqarah 02:75 menggambarkan bahwa yang melakukan perubahan terhadap wahyu yang diturunkan itu bukan seluruh umat Yahudi, tetapi dinyatakan dengan ungkapan, ada sebagian dari mereka yang mendengar kalamullah, kemudian mengubahnya …

Dalam surat al-Nisa’ 04:46 dan 160 ; surat al-Maidah 05:41 yang menginformasikan sifat dan perilaku negatif umat Yahudi, terkesan tidak digeneralisasikan, sebab dalam susunan ayat-ayat tersebut selalu dipakai huruf min, yang lazim disebut sebagai min tab’idiyah, yakni huruf min yang menunjuk pada sebagian yang disebut, bukan seluruhnya.

Dengan demikian al-Qur’an tidak menggeneralisasikan sikap dan prilaku negatif tersebut terhadap keseluruhan bangsa Yahudi dan tidak secara a priori menyatakan bahwa Yahudi itu negatif. Demikian pula praktik yang dilakukan oleh umat Islam di zaman permulaan, di Yasrib (Madinah) pada saat dibuatnya Misaq Madinah, ummat Yahudi ditempatkan sejajar dengan umat Islam disertai jaminan hak dan beban kewajiban yang sama, dalam masalah yang berkaitan dengan kepentingan umum di kota Madinah (Pasal 27 Misaq Madinah).

Evakuasi (ijla’) umat Yahudi dari Madinah, sebagaimana telah disinggung di depan, bukan karena agamanya,juga bukan karena etnisnya, atau karena sentimen Arab-Israel, tetapi semata-mata karena pelanggaran melakukan konspirasi bersama kekuatan Quraisy dari Makkah yang bertujuan menjatuhkan kepemimpin an Rasulullah, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Jadi masalahnya bukan menyangkut sentimen antar agama, sentimen antar etnik atau sentimen politik, tetapi masalahnya adalah pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan satu pihak, yang mungkin bisa terjadi juga pada pihak lain, termasuk kelompok umat Islam sendiri.

Dari paparan al-Qur’an dan praktik Rasulullah, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di atas, dapat digambarkan bahwa suatu kondisi dan pengaruh moralitas tertentu dapat membuat sekelompok orang dari suatu bangsa berbuat negatif. Dan yang jelas keadaan seperti tersebut bukan hanya merupakan sesuatu yang spesifik umat Yahudi, bukan sesuatu yang merupakan monopoli umat Yahudi, tetapi dapat pula dilakukan oleh umat yang lain. [Sumber: Informasi al-Qur’an tentang Yahudi]

HABIS

 

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.