Silaturahim Dunia Maya

, Silaturahim Dunia Maya

Oleh: Vienna Alifa

Inilah dunia maya.  Dunia serba duga-duga. Sebab raga tak bersua dalam jejaring sosialita.

Hanya nada keluh, kecewa, jenaka, nelangsa atau bahagia tergores dalam kata.
Tak apa. Luahkan saja…

Apakah berupa karya, petuah, pandangan atas berita atau hasrat meluaskan jaringan bisnis semata,
tebarlah sesukanya…

Karena tiada hak diri ini untuk mencegahnya. Tak patut pula kuatur ‘halaman’ kawan demi rasa nyaman di dada.

Sebab, kurasa langgengnya sebuah interaksi bukan tentang bagaimana lawan bicara kita.
Tapi tentang bagaimana melatih diri bersikap bijaksana dalam berprasangka dan hati-hati mengira.
Sambil terus menjaga kesantunan saat bertegur sapa.
Kusadari bahwa tak ubahnya realita yang kutemui secara kasat mata…
tiap kepala punya isi berbeda;
tiap jiwa punya rasa dan selera yang tak sama;
tiap manusia ingin selalu dihargai preferensi, afiliasi maupun privasinya.

Jadi ini memang bukan tentang apa yang kalian tampilkan. Tapi tentang berbagai rasa hati yang harus kukendalikan dan kurenungi dalam-dalam. Agar kian lapang menerima segala jenis karakter, segala macam pemahaman dan segala rupa perbedaan.

Kuharap di suatu masa nanti kita bisa saling bertatap mata dan berbagi cerita.
Lalu hati turut bertaut mesra. Perkenalan pun tak sekedar saling menyangka, hingga rasa sayang tumbuh senantiasa di dada.  []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.