Aisyah Berhati-hati dalam Menjaga Kesucian dan Kehormatannya

0

Setiap wanita harus bisa menjaga kesuciannya. Karena wanita yang kotor itu akan menjadi sampah masyarakat dan akan sengsara seumur hidupnya.

Pada suatu hari betandanglah ke rumahnya, pamannya sesusuan, yaitu saudara ayahnya yang satu susuan (yang sama-sama menyusu kepada seorang ibu), bukan pamannya yang bersaudara kandung dengan ayahnaya. Orang laki-laki itu ingin bertemu dengan Aisyah. Atas kedatangan pamannya itu dirundingkannyalah dengan nabi, apakah boleh ia bertemu dengan pamannya itu.

“Terimalah dia wahai Aisyah, bukankah itu pamanmu sendiri,” ujar Nabi.

Mendengar itu barulah beliau menerima pamannya itu untuk menemuinya sendiri. Demikianlah berhati-hatinya siti Aisyah menjaga kehormatan dirinya, sedang menerima pamannya itu masih ragu-ragu hatinya, apalagi bukan muhrimnya. Sifat yang baik ini harus dipunyai oleh setiap muslimin dan inilah yang mengamankan rumah tangga dan akan membuat hati suami percaya kepada istrinya.

Tetapi jika seorang istri, tidak pandai menjaga yang demikian, bahkan memberi kesempatan kepada semua laki-laki masuk rumahnya, dengan tanpa izin suaminya, tentu inilah yang akan memberikan akibat yang tak baik yang akan membawa berantakan rumah tangga yang diakhiri dengan perceraian, perpecahan dan pembunuhan.

Mudah-mudahan istri-istr i wanita Islam akan menghiasi dirinya dengan sifat-sifat yang mahmudah ini. [rv]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.