Sopir Bis Istimewa

, Sopir Bis Istimewa

Oleh: Fifi Sri Ratu Afiyati
Baca Juga

Kenapa Kita Harus Mengendalikan Amarah?

Tidak ada satu orangpun yang dapat memastikan dirinya dapat istiqomah dalam kebaikan. Terkadang amal kita dapat meningkat ketika berada dilingkungan yang kondusif, namun ketika sendiri dan ditempat yang kurang terjaga maka amal kita bisa saja menurun. Ya… itulah iman, yang dapat naik dan turun disetiap waktu dan peristiwa.

Berbicara tentang istiqomah, aku teringat dengan seorang supir bis yang sederhana namun istimewa. Dalam perjalanan menuju lokasi KKN beberapa waktu lalu, aku terpaksa menunggangi bis yang sesak penumpang karena tak banyak bis menuju lokasi yang kutuju. Dalam keadaan berpuasa, akupun harus berdiri karena tak ada lagi tempat duduk yang tersisa.

Tak terasa adzan dzuhur berkumandang, alhamdulillah bis yang kunaiki berhenti di tempat peristirahatan bis. Karena hawatir bis akan segera berangkat, akupun menjama’ qoshor shalat dzuhur dan ashar. Kulihat tepat didepanku supir bis baru menyelesaikan shalat dua rokaat, hhmmm… Mungkin sholat qoshor, fikirku saat itu… namun setelah shalat 2 rokaat, supir itu sholat lagi 4 rokaat, dan 2 rokaat lagi.

Wah… subhanallah… ternyata pak supir shalat sunnah qobliyah, sholat dzuhur, dan disusul sholat ba’diyah… Hmmm, jadi malu… Makasih pak sudah menegur Fifi dengan teladan bapak… Mulai saat itu aku berazam untuk tetap shalat sunnah rawatib dalam keadaan apapun. Semoga istiqomah… []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.