Stres Rumah Tangga? Katakan ‘Tidak!’

, Stres Rumah Tangga? Katakan ‘Tidak!’Pernahkah suatu kali Anda menghadapi kondisi dimana begitu banyak pekerjaan dan masalah datang bersamaan? Jika kurang mental (baca: iman), Anda bisa stres! Menghadapi stres keluarga memakan waktu dan energi, yang tidak banyak ‘stok’nya dalam keluarga yang sibuk. Banyak ibu bekerja di luar rumah sambil tetap harus melakukan pekerjaan rumah tangga dan merawat anak tanpa bantuan.

Suami dengan tanggungjawab keuangan yang berat bisa merasa tertekan karena mereka kekurangan waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Itu sebabnya pasangan harus saling mendukung. Bila pasangan Anda mendukung, Anda akan terbantu hingga memiliki sikap yang optimis dan realistis terhadap tuntutan hidup dan stres.

Maka, berikan lebih banyak waktu untuk pasangan Anda; buktikan betapa pentingnya dia bagi Anda. Jadikan kesejahteraan pasangan Anda suatu prioritas. Jaga privacy Anda sebagai pasangan. Hindari tindakan yang mengacaukan hubungan Anda, misalnya bekerja terlalu berat atau kecemasan yang berlebihan. Mengapa hubungan Anda layak dipelihara dan dipertahankan? Tak lain agar Anda dapat mengambil manfaatnya, karena hubungan yang kuat akan membantu Anda meningkatkan rasa pede!

Berikan pasangan Anda dukungan yang diperlukannya, bukan yang Anda pikir seharusnya ia butuhkan. Misalnya, seorang istri yang kelelahan mungkin tidak mendambakan waktu berdua di restoran, tapi akan menghargai bantuan dalam pekerjaan rumah tangga. Saat itu yang dibutuhkannya adalah istirahat sejenak. Berkompromilah, maka Anda berdua pun akan merasa didukung dan dihargai.

Letakkan hubungan Anda di tempat yang layak dalam agenda keluarga. Kalau pekerjaan sehari-hari dan tuntutan-tuntutannya mengacaukan waktu dan kebersamaan Anda, tunda saja dulu.

Lebih banyak mengobrol, terutama tentang perasaan dan apa yang penting bagi Anda berdua. Bila berselisih, coba hindari kebiasaan mencari-cari kesalahan. Lebih baik mencoba menghargai perbedaan-perbedeaan Anda berdua.

Belajar berkompromi. Kalau Anda punya tuntutan penting atau ada perbedaan pendapat yang perlu dinegosiasikan, minta perimbangan pasangan Anda. Demi meningkatkan dialog negosiasi, jangan sampaikan reaksi apa yang Anda harapkan.

Tersenyumlah, tertawalah, bermainlah. Hidup ini bukan gladi resik untuk suatu acara besar yang berlangsung besok. Nikmati saja sekarang. Bersama suami dan anak-anak Anda. Jadi, buang jauh-jauh stres!

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.