Sunnah Rasulullah dalam Berqurban (1)

, Sunnah Rasulullah dalam Berqurban (1)

Hari raya Idul Qurban akhirnya tiba. Semarak takbir di masjid-masjid masih terdengar ramai. Meski seharusnya tak ada beda istimewanya dengan Idul Fitri. Karena keduanya adalah hari yang istimewa bagi semua umat Muslim di dunia.

Esok, umat muslim yang telah bersiap membeli hewan qurban siap menyembelih hewannya dan berbagi dengan saudara-saudaranya yang seiman. Esok, sunnah Rasul akan kembali dilaksanakan. Lalu menyoal sunnah dalam ibadah qurban, apa sajakah itu?

Sunnah pertama, menyembelih dengan tangan sendiri.

Dalam sebuah hadits, Anas berkata: “Nabi saw. pernah berqurban dengan dua kambing berwarna belang dan bertanduk, beliau menyembelih dengan kedua tangan beliau sendiri, dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, dan meletakkan kaki beliau di atas sisi tubuh kedua kambing itu.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Sunnah kedua, membaca takbir setelah basmalah.

Dengan dalil yang sama didapat dari Anas ra.

Sunnah ketiga, meletakkan kaki kanan di bahu hewan yang akan disembelih setelah direbahkan di atas sisi sebelah kirinya, apabila hewan tersebut kambing atau sapi.

Dalilnya hadits Anas di atas.

Berkata imam An-Nawawi rohimahulloh : “Hadits tersebut (yaitu hadits ‘Aisyah yang semakna dengan hadits Anas dengan beberapa tambahan) adalah dalil bahwa disunnahkan untuk merebahkan kambing di atas lambung sebelah kirinya ketika disembelih, dan tidak disembelih dalam keadaan berdiri atau berlutut, tapi dalam keadaan terbaring miring (kearah kiri) karena itu lebih mudah baginya. Demikian disebutkan dalam hadits-hadits dan telah sepakat kaum muslimin akan hal ini.” (Syarh Shahih Muslim no. 1967).

Sunnah keempat, menyembelih unta dengan nahr, dalam keadaan berdiri dan diikat kaki kirinya yang depan.

Yang dimaksud dengan nahr adalah menusuk urat darah di pangkal lehernya dengan besi runcing atau pisau. Firman Allah swt.:

“Maka sebutlah oleh kalian nama Alloh ketika kalian menyembelihnya dalam keadaan dia berdiri (dan telah terikat).” (Al-Hajj: 36).

Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhuma- pernah melewati seseorang yang sedang menderumkan untanya untuk disembelih, maka beliau berkata kepadanya: “Berdirikanlah (dan sembelihlah) dalam keadaan unta itu berdiri dan terikat, itu adalah sunnah Nabi Muhammad saw.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Berkata imam An-Nawawi rohimahulloh: “Disunnahkan untuk menyembelih unta dalam keadaan berdiri dan terikat kaki kiri depannya. Sedangkan sapi dan kambing, sunnahnya adalah disembelih dengan terbaring di atas lambung sebelah kiri, kaki kanan belakang dibiarkan terlepas sedangkan kaki-kaki lainnya semua diikat menjadi satu.” (Syarh Shohih Muslim no. 1320).

BERSAMBUNG

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.