Sunnah Rasulullah dalam Berqurban (2 – Habis)

, Sunnah Rasulullah dalam Berqurban (2 – Habis)

Sunnah kelima dan keenam, memakan sebagian dari daging qurban dan bershodaqoh dengannya.

Allah swt. berfirman:

“Kemudian apabila unta itu telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” (Al-Hajj: 36).

Dari Jabir ra. bahwa Rasulullah saw. melarang dari (makan) daging qurban setelah tiga hari, kemudian setelah itu beliau berkata: “Makanlah kalian (dari daging qurban) dan ambillah (sebagian) untuk bekal perjalanan, dan simpanlah (sebagian yang lain).” (HR. Muslim: 1972).

Dan dalam hadits ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha- dengan lafadz: “Makan, simpan dan bersodaqohlah kalian (dari qurban kalian).” (HR. Muslim: 1971).

Dan juga dalam hadits Jabir ra. yang panjang, tentang sifat haji Rasulullah saw. disebutkan bahwa setelah beliau selesai menyembelih unta-unta beliau:

“Kemudian beliau memerintahkan untuk mengambil dari setiap unta tersebut sepotong daging dan dikumpulkan di satu kuali, setelah matang beliau makan sebagian dagingnya dan minum kuahnya.” (HR. Muslim: 1218).

Imam An-Nawawi rohimahulloh berkata: “Makan dari setiap hewan yang diqurbankan hukumnya sunnah, akan tetapi karena untuk makan dari seratus unta tidak memungkinkan, maka beliau kumpulkan dalam satu kuali, supaya beliau bisa meminum kuahnya, yang didalamnya terkandung sari-sari daging dari semua unta tersebut, dan beliau makan dari sebagian daging itu sekedarnya.”

Para ulama sepakat bahwa makan dari hadyi tathowwu’ (qurban yang disembelih di tanah suci yang tidak wajib) dan makan dari hewan qurban yang lain hukumnya sunnah bukan wajib. (Syarh shohih Muslim no. 1218).

Sunnah ketujuh, menggemukkan hewan qurban.

Imam Al-Bukhori rohimahulloh meriwayatkan atsar dari Abi Umamah bin Sahl bin Hunaif rodhiyallohu ‘anhu secara muallaq, bahwa beliau berkata: “Kami dahulu menggemukkan hewan qurban di Madinah, begitu pula kaum muslimin.”

Berkata ibnu Qudamah rohimahulloh: “Dan disunnahkan untuk menggemukkan hewan qurban, berdasarkan firman Allah swt.:

“Demikianlah (perintah Allah), dan barang siapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.” (Al-Hajj:32).

Berkata Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu: “Pengagungan Syiar Allah dalam ibadah qurban adalah dengan menggemukkan hewan qurban, membesarkan dan membaguskan badannya.”

Sunnah kedelapan, menyembelih di hari idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah.

Dalilnya adalah hadits dari Al-Baraa bin ‘Azib bahwa Rasulullah saw. berkata: “Sesungguhnya yang kita mulai pertama kali pada hari (‘Idul Adha) ini adalah sholat, kemudian kita pulang lalu menyembelih qurban.” (HR Bukhori: 5545 dan Muslim: 1961).

Demikian delapan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. semoga sedikitnya bisa dilaksanakan dalam ibadah qurban esok hari. Aamiin. Wallahu a’lam bish-showwaab. [sumber: abatasa]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.