Surat untuk Ummiku yang Tak Henti Bergerak di Jalan Dakwah

 

, Surat untuk Ummiku yang Tak Henti Bergerak di Jalan DakwahTeruntuk ummi yang dirahmati allah Teruntuk ummi yang kusayang
Maafkan kalau aku memang jarang menghubungi, menghubungi kalau ada maunya
Maafkan kalau aku terlihat tidak peduli karena mudahnya komunikasi sekarang ini
Maafkan kalau aku sibuk organisasi karena organisasi tempatku menempa diri

Ummi, dakwah itu berat ya, sedangkan dunia terasa manis dan menggoda
Ummi, Menuju syurga itu penuh bahaya ya, sementara dunia terasa aman dan sejahtera
Ummi, Jalan yang diridhoi Allah itu sangat membosankan ya,
sementara yang dibenci Allah itu menyenangkan
Itu semua perkataan yang sering kudengar dan kubaca semenjak kecil,
namun baru benar benar kurasakan waktu kuliah ini

Kata mereka amanah itu tidak pernah salah memilih pundak,
Jadi salahkah kalau selalu merasa resah dan gelisah selama memegang amanah?
Apalagi amanah terus ditambah seiring berjalannya waktu
Amanah yang bahkan gunungpun tidak sanggup memikulnya
Amanah yang sering kuanggap enteng namun membuat hati tidak tenang,
membuat air mata menetes hanya dengan mengingatnya

Ummi, aku minta pengertian Ummi,
Aku ini bukan lagi hanya milik ummi dan abi sekarang ini,
Tapi kini aku telah menjadi milik dakwah
Semenjak aku kecil namun baru kurasa nikmatnya dewasa ini
Aku telah jatuh cinta, Mi!
Bukan cinta monyet rendahan kepada manusia
Namun aku telah jatuh cinta pada jalan ini

Karenanya, aku minta ikhlaskanlah bila aku terlalu sibuk, bila aku lupa menanyakan kabar, bila aku lupa memberi kabar
Jangan khawatir, sedetikpun aku tak pernah lupa bahwa aku punya sebuah keluarga,
Karena kalian semua telah memiliki ruang khusus di dalam hati ini,
Selalu kuselipkan nama kalian di setiap do’aku tidak sering pulang tidak masalah
Kalian pergi kemana tidak masalah, tidak sering bertemu tidak masalah,
Karena pertemuan di dunia tidak terlalu menggiurkan seperti berkumpul di syurga-Nya yang abadi

Ummi, aku mohon do’anya lagi karena amanah itu bertambah lagi
Aku tahu aku belum bisa memberikan apa apa pada ummi
Hanya meminta meminta dan meminta aku berharap hari dimana aku memberi pada ummi akan tiba segera

Semarang, 21 september 2014
Dengan setitik air mata yang jatuh dan gemuruh di hati yang gelisah

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.