in

Syarat dan Kedudukan Ijab Qabul

Ijab qabul adalah ucapan penyerahan dan penerimaan yang dilakukan oleh wali mempelai perempuan dan mempelai laki –laki. Shigat/ ijab qabul dalam istilah masyarakat lebih sering dikenal dengan akad.

Ijab qabul adalah ucapan penyerahan dan penerimaan yang dilakukan oleh wali mempelai perempuan dan mempelai laki –laki. Shigat/ ijab qabul dalam istilah masyarakat lebih sering dikenal dengan akad.

Terdapat bermacam-macam lafal dalam ijab qabul, namun biasanya contoh ucapan/lafal ijab qabul seperti berikut:

Wali: “saya nikahkan engkau dengan anak saya yang bernama (sebutkan namanya) binti…dengan mas kawin (sebutkan jumlahnya) dibayar tunai”.

Mempelai laki-laki : “saya terima nikahnya (sebutkan namanya) binti…dengan mas kawin (sebutkan jumlahnya) diabayar tunai”.

Sebaiknya kedua ucapan tersebut diucapkan dengan lancar dan jelas sehingga terdengar oleh semua pakar saksi yang hadir dalam pernikahan tersebut. Sebagian pendapat mengatakan, sah akad/ ijab qabul dengan lafal yang lain asalkan maknanya sama dengan kedua lafal tersebut.

Dalam mengucapkan ijab qabul, harus dipenuhi syarat-syarat berikut :

a. Ijab qabul ialah dengan kata zawaj/kawin/nikah seperti contoh lafal diatas

b. Ada persesuaian anata ijab dan qabul

c. Berturut-turut atau bersambung antara ijab dan qabul

Maksudnya setelah Ijab diucapkan maka qabulnya harus segera dijawab atau disambut, tidak boleh diantarai hal-hal (kata-kata atau perbuatan) yang memalingkan maksud dan tujuan ijab qabul yang telah diucapkan.

d. Tidak memakai syarat yang dapat menghalangi kelangsungan pernikahan. Contoh persyaratan terlarang : Dengan syarat tidak akan mencampuri/ harus menceraikannya setelah akad nikah istrinya.

Adapun kedudukan ijab qabul, yaitu:

Ijab qabul merupakan upacara yang dianggap sakral karena dapat menghalalkan hubungan calon kedua mempelai sebagai suami istri yang sah. Ijab qabul juga merupakan rukun pernikahan yang jelas harus ada dalam pelaksanyaan pernikahan. Oleh karena itu, Ijab qabul merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan pernikahan, dan Perlu untuk memenuhi atau melaksanakan akad, seperti dalam firman Allah swt dalam (Q.S Al – Maidah : 1),

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu,” (Q.S Al – Maidah : 1).

What do you think?

Written by

syarat nikah, penghulu, saksi nikah

Syarat dan Kedudukan Saksi Nikah

Apa sih Walimah itu?