Browsing Tag: "kolom ayah"

kolom ayah

I am Classic, So Classic …

Tak masalah buat saya disebut klasik serta konvensional ketika – saya sebagai kepala keluarga memutuskan ‘istri’ yang juga bundanya anak-anak untuk tidak bekerja dan mengambil peran di rumah. Beberapa tahun lewat.

Kata Terurai Jadi Laku

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan ia sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia…

Cinta Terkembang Jadi Kata

Selalu begitu. Cinta selalu membutuhkan kata. Tidak seperti perasaan-perasaan lain, cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun. Maka ketika cinta terkembang dalam jiwa tiba-tiba kita merasakan sebuah dorongan yang tak terbendung untuk…

Inspirasi Pak Bari

Adzan Subuh belum berkumandang. Dari arah timur Gang Sutejo sosok Pak Tua itu berjalan tenang. Begitu sejajar, seperti biasa kami bersalam-jawab lantas berjabatan tangan.

Indahnya Jiwa Cinta

Tidak ada yang lebih indah dalam sejarah perasaan manusia seperti saat ketika ia sedang jatuh cinta. Bukan karena dunia di sekeliling kita berubah pada kenyataannya. Tapi saat-saat jatuh cintalah yang seketika mengubah persepsi kita tentang…

Seni Memperhatikan

Kalau intinya cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pencinta sejati adalah perhatian. Kalau kamu mencintai seseorang, kamu harus memberi perhatian penuh kepada orang itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati paling dalam,…

Boikot Israel dari Rumah

Seorang teman saya mengatakan prinsip saya dan keluarga saya lebay. Salah satunya karena saya dan keluarga saya—istri dan anak-anak saya—sejak tahun 2009, tak pernah lagi mau membeli semua produk yang dibuat oleh Yahudi.