Tahanan Perempuan Palestina Tak Boleh Dikunjungi

Pusat Urusan Tahanan Bayaraq menegaskan bahwa tahanan perempuan Palestina menderita kondisi yang berat di penjara Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Israel jelas-jelas mengabaikan pemenuhan hak mereka.

Dalam pernyataan pers pada hari Rabu (24/4/2013), Bayaraq tengah berusaha mengangkat masalah tahanan perempuan Palestina yang diabaikan di media dan di forum populer maupun pejabat Palestina.

Baca Juga

Syarat Kambing Aqiqah sesuai Syariat Islam

14 tahanan perempuan Palestina terus menerus menjadi sasaran sanksi Israel. Hak mendapatkan kunjungan keluarga dirampas dan mereka juga dilarang masuk ke dalam kantin penjara.

Bayaraq menyerukan agar lembaga hak asasi manusia, lembaga kemanusiaan, organisasi Palang Merah dan PBB mengirim delegasi khusus untuk memeriksa kondisi para tahanan perempuan, dan meminta media untuk menyoroti masalah mereka.

Pernyataan itu menyoroti kasus Dekan Fakultas di sebuah Universitas di Palestina yang menjadi tahanan perempuan Lena Jerboni. 12 tahun dilalui Jerboni di dalam penjara Israel, ia menderita dengan kondisi kesehatan yang semakin kritis tiap harinya dan jelas-jelas pihak medis Israel mengabaikan Jerboni dengan sengaja. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.