Tanda-Tanda Gangguan Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

0

Bayi selalu menangis bila dia mengalami gangguan pada kulitnya. Dengan begitu, kita sebagai orang tua pasti panik. Nah mulai sekarang, jangan panik karena di sini akan dipaparkan tanda-tanda gangguan kulit bayi. Dengan mengetahui tanda-tanda tersebut, kita dapat meminimalisir gangguan.

Adapun tanda-tanda dan cara mengatasi gangguan pada kulit bayi yaitu:

1. Eksim susu/ Dermatitis atopik
Gangguan kulit ini berupa radang kronik berulang, gatal, hipersensitif dan merupakan faktor genetik. Gangguan ini paling banyak diderita bayi sebelum usia lima tahun.

Penyebab dermatitis atopik masih belum diketahui secara pasti. Faktor pemicunya diduga berasal dari dalam seperti genetik, kimiawi dan imunologi ataupun dari luar seperti lingkungan dan alergen.

Solusi: Penanganan dermatitis atopik dilakukan dengan menurunkan gejala dan mencegah kekambuhan. Perawatan dan kebersihan kulit sangat penting. Biasanya dermatitis atopik ditandai dengan kulit yang lebih kering. Orangtua harus selalu menjaga kelembaban kulit.

2. Dermatitis Seboroik
Gangguan kulit ini banyak dialami bayi berusia 4-6 minggu. Tanda-tandanya diantaranya kulit bersisik, merah dan berminyak terutama di bagian kepala, muka, telinga, dada dan daerah lipatan. “Penyebabnya belum diketahui. Dan biasanya semakin membaik seiring bertambahnya usia bayi.”

Solusi: Disarnakan untuk menghilangkan kerak dengan emolien/minyak, keratolitik atau sampo yang sesuai. Selain itu, penggunaan krim diperlukan untuk menurunkan kemerahan dan gatal.

3. Dermatitis Popok/ Diaper Rush/ Eksim popok
Biasanya eksim popok terjadi pada area yang tertutup popok. Penyebabnya karena pemakaian popok yang salah, kurang bersih saat bayi buang air besar atau kecil, gesekan dengan popok dan kulit lembab. Separuh bayi laki-laki dan perempuan usia beberapa minggu hingga 18 bulan pernah mengalaminya, tetapi ruam popok paling banyak diderita bayi usia 6-9 bulan.

Solusi: Untuk mencegah ruam popok, gantilah popok segera setelah si bayi buang air besar, dan bersihkan kulit dan lipatan seksama setelah bayi buang air. Bila buang air besar, bersihkan kulit bayi dengan air dan sabun lalu oleskan salap/emolien.

4. Miliaria atau biang keringat
Terjadi pada daerah yang banyak berkeringat seperti dahi, dada dan punggung. Penyebab biang keringat paling banyak karena udara panas, lembab serta kurangnya kebersihan kulit.

Solusi: Untuk mencegah dan mengobati biang keringat, perhatikan aliran udara, jaga kebersihan kulit dan pakaikan bayi dengan pakaian ringan dan dapat menyerap keringat.

5. Infeksi Bakteri
Contoh gangguan kulit karena infeksi bakteri, di antaranya bisul, koreng dan cacar monyet. Penyebabnya antara lain bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus B hemolyticus. Untuk mengobati dan mencegahnya, jaga kebersihan kulit dengan mandi dan sabun, menjaga gizi anak serta penggunaan salap antibiotik.

Kulit bayi lekat dengan gambaran sensitif, lembut dan mudah terkena iritasi. Walaupun strukturnya hampir sama dengan kulit orang dewasa, fungsi kulit bayi untuk melindungi belum berkembang sempurna. [pp]

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline