Tantrum Pada Anak, Apa Penyebabnya?

0

Pada masa pertumbuhan anak, Anda akan mengalami banyak fase pertumbuhan anak. Ada masanya anak mengalami fase mudah marah. Kemarahan sesaat yang sering terjadi pada anak ini terjadi karena emosi anak sedang berkembang dan mengalami peralihan. Fase perkembangan emosi anak ini merupakan fase yang sangat krusial. Melakukan pembimbingan yang baik perlu dilakukan agar emosi anak dapat berkembang secara sempurna. Anak akan lebih sering meluapkan emosinya dan kadang terkesan ‘marah besar’ karena hal-hal yang kadang tidak dimengerti orang tuanya. Bagi Anda yang mengalami hal tersebut, Anda harus menyikapinya dengan bijak. Hal ini akan sering terjadi pada anak saat mengalami peralihan fase perkembangan emosi biasanya terjadi pada anak kisaran usia balita. Kejadian ini disebut dengan tantrum.

Apa Penyebab Tantrum?

Tantrum ini disebabkan oleh beberapa hal. Emosi yang meluap pada anak ini bisa disebabkan karena adanya masalah dalam keluarga tersebut. Masalah yang paling krusial adalah penerapan cara mendisiplinkan akan yang tidak konsisten. Misalnya saja ibu menghendaki anaknya didik untuk tidak makan makanan manis berlebihan, namun, di sisi lain kakek neneknya sangat memanjakan anak tersebut. Dalam mendidik dan mendisiplinkan anak, perlu ada kerjasama antara orang tua dan orang sekitar. Sehingga penerapan disiplin dapat maksimal dan anak tidak mengalami kebingungan. Masalah keluarga yang kedua adalah kurang perhatian orang tua. Sebagai orang tua, kita memang perlu memperhatikan anak dengan maksimal. Anak yang merasa kurang diperhatikan biasanya akan lebih mudah meluap emosinya. Beri perhatian yang cukup perlu dilakukan oleh orang tua. Selain dua hal tersebut, ada beberapa penyebab lain seperti merasa lelah, lapar, adanya persaingan antar saudara, tidak biasa bertemu orang asing, dan sebagainya.

Untuk mengatasi masalah tantrum, sebagai orang tua Anda harus tegas saat mendidik anak terutama saat mengajarkan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal ini karena anak tidak dapat mengerti hanya dengan satu atau dua kali didikan saja. Pendidikan disiplin harus dilakukan berulang secara konsisten agar anak mengerti. Hal tersebut dapat mengatasi emosi meluap pada anak.

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline